Mantan Hakim MK: KPU Tak Perlu Minta Izin jika Ingin Buka Properti Miliknya

Kompas.com - 15/08/2014, 13:42 WIB
Harjono saat menjadi saksi ahli yang dihadirkan KPU dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2014, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta (15/8/2014). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOHarjono saat menjadi saksi ahli yang dihadirkan KPU dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2014, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta (15/8/2014).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan hakim konstitusi, Harjono, mengatakan, Komisi Pemilihan Umum merupakan lembaga negara yang bertugas menjalankan fungsi undang-undang sebagai pelaksana pemilu. Menurut dia, KPU tidak perlu meminta izin dari pihak lain apabila ingin membuka properti miliknya sendiri.

“Kenapa membuka propertinya harus minta izin orang lain. Tidak masuk akal,” kata Harjono, yang dihadirkan sebagai saksi ahli pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta,  Jumat (15/8/2014).

Keterangan Harjonoitu menanggapi salah satu dalil pemohon, yaitu kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang mempersoalkan instruksi KPU Pusat kepada KPU daerah untuk membuka kotak suara. Menurut dia, pembukaan kotak suara sepenuhnya menjadi otoritas KPU.

Harjono menambahkan, seluruh formulir yang digunakan petugas di tempat pemungutan suara, sudah menjadi data publik apabila telah masuk kembali ke dalam kotak suara.

“Justru orang lain yang mau melihat harus minta izin dari KPU,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X