Fahri Hamzah Minta MK Tak Buat Putusan Hanya Berdasarkan Angka

Kompas.com - 15/08/2014, 11:10 WIB
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah. Kompas.com/SABRINA ASRILAnggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Koalisi Merah Putih untuk Kebenaran dan Keadilan, Fahri Hamzah, meminta Mahkamah Konstitusi memutus perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden dengan sebijak-bijaknya. Dia berharap sembilan hakim MK tidak hanya mempertimbangkan putusan berdasarkan perhitungan angka dari yang sudah disampaikan oleh para saksi di persidangan.

"Jadi, saya ingin ingatkan saja, MK pada dasarnya bukan mahkamah sengketa penghitungan suara," kata Fahri di Gedung DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014) pagi.

Menurut Fahri, waktu persidangan sangat singkat sehingga saksi tidak bisa secara penuh mengungkapkan kerugian Prabowo-Hatta yang telah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, akan lebih bijak jika MK membuat putusan dengan menilai secara materiil fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

"Karena waktu terbatas, yang diungkapkan itu enggak signifikan, total-total tetap kalah. Karena terstruktur, sistematis, dan masif kecurangan ini, jadi begitu luas pelakunya," ujar Fahri.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X