Sidang Perkara Pilpres di MK Membuat Hakim dan Peserta Kelelahan

Kompas.com - 13/08/2014, 22:27 WIB
Ketua Majelis Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva memimpin penyumpahan saksi dalam sidang ke-3 perselisihan hasil pemilhan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (11/8/2014). Pasangan Prabowo-Hatta menuntut agar MK membatalkan SK KPU yang menetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai pemenang dalam Pilpres 2014. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Majelis Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva memimpin penyumpahan saksi dalam sidang ke-3 perselisihan hasil pemilhan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (11/8/2014). Pasangan Prabowo-Hatta menuntut agar MK membatalkan SK KPU yang menetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai pemenang dalam Pilpres 2014.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Selama sepekan terakhir Mahkamah Konstitusi terus menggenjot pelaksanaan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Batas waktu 14 hari yang diberikan untuk menyelesaikan sengketa perkara sesuai peraturan perundang-undangan membuat kesembilan hakim MK harus bekerja maraton.

Tak heran jika rasa lelah itu pun pada akhirnya terpaksa harus ditunjukkan mereka seperti yang terlihat pada sidang kelima ini, Rabu (13/8/2014).

Pantauan Kompas.com, MK memulai sidang sengketa hari ini sejak pukul 10.00 WIB dan baru menghentikannya pada pukul 21.10 WIB. Tercatat, setidaknya Ketua Majelis Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva memberikan tiga kali skorsing, yakni pada pukul 12.30 WIB hingga 14.00 WIB, pukul 16.00 WIB hingga 16.45 WIB, dan pukul 18.00 WIB hingga 19.30 WIB.

Sementara itu, Mahkamah baru menyelesaikan pemeriksaan terhadap 21 saksi dari 50 saksi yang harus diperiksa. Ke-21 saksi itu merupakan saksi dari pihak termohon, yaitu Komisi Pemilihan Umum. Rencananya, MK akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi lain dari pihak termohon dan 25 saksi dari pihak terkait, yaitu kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla, Kamis (14/8/2014) esok.

Seusai skorsing ketiga dicabut, rasa lelah atas proses sidang yang dijalani seakan tidak dapat terbendung. Hakim Konstitusi Anwar Usman, misalnya, tak jarang terlihat menyandarkan bahu di kursi yang didudukinya sembari memejamkan mata.

Lain Usman, lain pula hakim Muhammad Alim, yang terlihat membuat simpul tangan sebagai alat penyandar dagu. Sedangkan hakim Patrialis Akbar sesekali terlihat menunduk sembari memejamkan matanya.

Rasa lelah pun juga ditunjukkan oleh anggota tim kuasa hukum pemohon atau pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman. Habib yang duduk di sisi sebelah kiri Elza Syarief itu tak jarang menopangkan dagu dan pipinya dengan menggunakan tangan telapak tangan kirinya.

Sementara itu, sejumlah awak media yang juga turut meliput jalannya persidangan juga tampak kelelahan. Mereka terlihat duduk berselonjor sambil memejamkan mata. Pada sisi lain, para wartawan yang memantau jalannya sidang dari ruangan wartawan MK bahkan tampak tertidur pulas.

Sidang yang berlangsung selama 11 jam itu akhirnya diskors oleh Hamdan. Rencananya, sidang akan kembali dilanjutkan pada esok hari pukul 09.30 WIB.

"Sidang diskors sampai hari Kamis 14 Agustus 2014 pukul 09.30 WIB," kata Hamdan.

Namun, ketika Hamdan hendak mengetuk palu tanda sidang diskors, tiba-tiba salah seorang peserta sidang yang tak diketahui namanya berteriak kepada Hamdan. "Jam sepuluh saja, Yang Mulia," kata pria misterius itu. Hamdan pun terlihat mencari-cari sumber suara tersebut. Namun, pada akhirnya Hamdan pun mengetuk palu tanda sidang diskors.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

Nasional
Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Nasional
Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Nasional
Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Nasional
Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X