Kubu Prabowo: Kantor Transisi, Upaya Bentuk Opini Prabowo-Hatta Sudah Kalah

Kompas.com - 05/08/2014, 17:59 WIB
Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto (kiri), didampingi pasangannya, calon wakil presiden Hatta Rajasa, menghadiri acara halal bihalal di Rumah Polonia, Jakarta, Minggu (3/8/2014). Prabowo-Hatta menggelar TRIBUNNEWS/DANY PERMANACalon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto (kiri), didampingi pasangannya, calon wakil presiden Hatta Rajasa, menghadiri acara halal bihalal di Rumah Polonia, Jakarta, Minggu (3/8/2014). Prabowo-Hatta menggelar "open house" silaturahim Lebaran 2014 bersama para pendukungnya.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Pembentukan Kantor Transisi oleh pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai sebagai upaya untuk membentuk opini publik jika pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa telah kalah.

Padahal, masih ada upaya pengajuan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi yang kini tengah ditempuh Prabowo-Hatta.

"Tapi, ini dipersepsikan untuk membangun opini bahwa pilpres sudah selesai, padahal baru penetapan MK," kata Juru Bicara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Andre Rosieda, di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Andre pun menyayangkan upaya pembangunan Kantor Transisi yang disebut sebagai tempat untuk merancang susunan pemerintahan yang akan datang itu. Menurut dia, keputusan KPU yang menyatakan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 masih dapat berubah jika MK memutuskan sebaliknya.

"Sampai saat ini belum ada yang secara definitif menggantikan Presiden SBY," ujarnya.

Kantor Transisi Jokowi-JK diresmikan langsung oleh Jokowi, Senin kemarin. Rumah yang kemudian menjadi kantor tersebut berlokasi di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. Rumah dengan dua lantai itu berdiri di lahan seluas 600 meter persegi dan memiliki enam ruangan.

Kantor Transisi Jokowi-JK diketuai oleh mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M Soemarno, dengan dibantu empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faizal. Mereka akan bertugas mengantarkan transisi kepemimpinan dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono ke Jokowi-JK.

Sebelumnya, Juru Bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menegaskan, Kantor Transisi dibentuk dengan tetap menghormati proses yang sedang berlangsung di MK.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X