Kubu Prabowo-Hatta: Tim Transisi untuk Bentuk Opini Publik bahwa Pilpres Sudah Selesai

Kompas.com - 05/08/2014, 17:16 WIB
Presiden terpilih Joko Widodo (tengah depan) berpose bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno (kiri depan) dan 4 deputi kantor transisi Hasto Kristiyanto (kanan depan), Andi Widjajanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faisal (kiri-kanan belakang) seusai meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (4/8/2014). Kantor berwujud rumah itu akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan hingga pelantikan presiden, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPresiden terpilih Joko Widodo (tengah depan) berpose bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno (kiri depan) dan 4 deputi kantor transisi Hasto Kristiyanto (kanan depan), Andi Widjajanto, Anies Baswedan, dan Akbar Faisal (kiri-kanan belakang) seusai meresmikan kantor transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (4/8/2014). Kantor berwujud rumah itu akan menjadi tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan hingga pelantikan presiden, termasuk membahas pembentukan kabinet dan APBN 2015.
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Andre Rosiade, menilai, pembentukan tim transisi oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai upaya pembentukan opini publik bahwa Pemilu Presiden 2014 telah selesai.

"Hak Jokowi untuk membangun rumah transisi. Akan tetapi, ini opini yang dibangun tim Jokowi bahwa Pilpres sudah selesai, padahal baru ada penetapan KPU. Perjalanan masih panjang," ujar Andre di Jakarta, Selasa (5/8/2014), seperti dikutip Antaranews.com.

Sebelumnya, Jokowi meresmikan Kantor Transisi pasangan Jokowi-JK di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai tempat untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan hingga pelantikan presiden dilakukan pada Oktober mendatang. (Baca: Ini Fungsi Kantor Transisi Jokowi-JK)

Menurut Andre, pembentukan tim transasi hanyalah upaya membentuk opini publik bahwa Jokowi sudah pasti menjadi presiden. Padahal, kata dia, gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) bisa saja membatalkan keputusan KPU yang menetapkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019.

"Berdasarkan pernyataan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bisa saja di MK dikalahkan. Semua kemungkinan itu masih terbuka dan kami timkamnas meyakini, Prabowo-Hatta akan memenangi pilpres jika pilpres jujur dan adil," ujar dia.

Andre menambahkan, pihaknya akan membuktikan adanya kecurangan yang terjadi selama proses Pilpres 2014. Pihaknya menyepakati, pembuktian kecurangan itu akan ditempuh melalui proses hukum (melalui MK, DKPP, dan memidanakan KPU di Mabes Polri) serta proses politik (melalui pembentukan Pansus Pilpres di DPR).

"Semua proses itu akan terus berjalan. Semua langkah akan kami ambil," tekan dia.

Tim transisi diketuai Rini M Soemarno, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Rini dibantu empat staf deputi, yakni Hasto Kristiyanto, Andi Widjajanto, Akbar Faizal, dan Anies Baswedan. Mereka bertugas mengantarkan transisi kepemimpinan dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X