Kompas.com - 28/07/2014, 08:45 WIB
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Terkait ditangkapnya Ketua MK Akil Mochtar, MK segera membentuk Majelis Kehormatan guna melakukan proses penyelidikan internal atas skandal ini. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Terkait ditangkapnya Ketua MK Akil Mochtar, MK segera membentuk Majelis Kehormatan guna melakukan proses penyelidikan internal atas skandal ini.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdam Zoelva mengingatkan umat Islam di seluruh Indonesia untuk mengontrol jalannya pemerintahan selanjutnya yang akan dijalankan oleh presiden dan wakil presiden terpilih. Kontrol tersebut merupakan bentuk dari proses demokrasi.

"Umat Islam harus berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dengan memberikan pendapat, kritik maupun saran atas jalannya pemerintahan," kata Hamdan dalam khotbah Idul Fitri bertema "Memaknai Demokrasi Kita" di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2014).

Ia mengatakan, proses demokrasi tidak berhenti saat rakyat menentukan pilihannya dan menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara pada penyelenggaraan pemilu. Menurut dia, rakyat tetap memiliki hak dan tanggung jawab mengawasi jalannya pemerintahan.

Rakyat, ujar dia, tetap dapat menyampaikan suaranya jika tidak setuju pada kebijakan pemerintah. Di sisi lain, pemerintah harus mendengar suara rakyat. Kebijakan yang dibuat pemerintah, lanjutnya, harus bertujuan menyejahterakan rakyat sesuai kehendak rakyat.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019. Namun, keputusan tersebut digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.