Kompas.com - 23/07/2014, 23:11 WIB
Bakal Capres PDIP, Jokowi bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar saat acara konsolidasi nasional di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2014). Jokowi hadir pada konsolidasi nasional untuk pemenangan dirinya pada pilpres mendatang.  TRIBUNNEWS/HERUDIN Bakal Capres PDIP, Jokowi bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar saat acara konsolidasi nasional di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2014). Jokowi hadir pada konsolidasi nasional untuk pemenangan dirinya pada pilpres mendatang.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo, menyanjung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu partai politik pendukung yang turut menentukan kemenangan dirinya dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

Ketika menghadiri Harlah Ke-16 PKB di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/7/2014) malam, Jokowi menceritakan bagaimana para fungsionaris PKB itu memperkenalkan Jokowi ke kalangan kiai, ulama, hingga santri di seluruh Indonesia.

"Saya dibawa ke pesantren-pesantren, itu inisiatif dari PKB, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan tempat lain," ujar Jokowi.

Jokowi melihat, daya tarik kiai, ulama, hingga para santri terhadap PKB sangat terasa. Hal tersebut terlihat saat Jokowi bertamu ke pesantren-pesantren tersebut. Meski sudah lewat tengah malam, sambutan penghuni pesantren, disebut Jokowi, masih 100 persen.

"Contoh di Jawa Barat. Sudah pukul 02.30 WIB, kondisinya hujan deras. Saya sampaikan ke Marwan Dja'far, batalkan aja. Kita langsung ke hotel. Beliau bilang, meskipun hujan dan sudah larut, di sana masih 100 persen. Pas saya datang, benar begitu ternyata," ujar Jokowi.

Tak hanya sekali, di Jawa Timur pun demikian. Meski waktu memasuki pukul 03.45 WIB, sang fungsionaris PKB tetap meminta Jokowi untuk datang ke salah satu pesantren. Rupanya, di sana, Jokowi tetap disambut secara meriah.

"Saya lalu pikir-pikir, itulah kekuatan PKB di pesantren-pesantren, bukan karena nunggu Jokowi," lanjut dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi mengatakan, oleh karena itu tidak heran bahwa kekuatan PKB, secara khusus di Jawa Timur, membuat suara Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014 mampu mengalahkan Prabowo-Hatta dengan selisih yang cukup tinggi. Jokowi mengaku sangat terbantu atas kekuatan pesantren yang punya hubungan apik dengan PKB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Nasional
Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Nasional
Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Nasional
Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada 'Selamet-selametin'

Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada "Selamet-selametin"

Nasional
Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah 'Dibukain' Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah "Dibukain" Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Nasional
Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Nasional
Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Nasional
Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Nasional
OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Nasional
Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Nasional
Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Nasional
6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

Nasional
KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

Nasional
OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.