Ketua DPR Minta MK Terbuka dan Transparan Hadapi Gugatan Pilpres

Kompas.com - 23/07/2014, 19:43 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie meluapkan emosi di sela-sela acara kejutan ulang tahunnya, Senin (11/11/2013). Marzuki marah dengan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan adanya aliran dana proyek gedung DPR sebesar Rp 250 juta. Kompas.com/SABRINA ASRILKetua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie meluapkan emosi di sela-sela acara kejutan ulang tahunnya, Senin (11/11/2013). Marzuki marah dengan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan adanya aliran dana proyek gedung DPR sebesar Rp 250 juta.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta Mahkamah Konstitusi untuk memproses gugatan terkait pemilihan presiden yang masuk dengan terbuka dan transparan. Hal ini menanggapi niat tim Prabowo-Hatta yang menyatakan niatnya untuk menggugat hasil pilpres ke MK.

"Kita rasakan ada masalah dalam pilpres ini. Kita apresiasi langkah beliau (Prabowo) untuk melalui mekanisme hukum melalui MK. Kita minta MK terbuka dan transparan tidak terkendala waktu seperti saat pemilihan legislatif," kata Marzuki di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Menurut Marzuki pileg April lalu melalui proses yang brutal dan tidak semua sengketa yang diajukan diproses dengan adil. Ia mencontohkan banyaknya penyelenggara pemilu yang dipecat karena berbagai pelanggaran, tanpa disertai koreksi pada hasil pemilihan oleh MK. Padahal, kata dia, MK adalah institusi terakhir bagi masyarakat untuk mencari keadilan. Ia berharap hal yang sama tidak terjadi lagi pada pilpres.

Menurut Marzuki, pentingnya keterbukaan dalam proses di MK tidak hanya untuk menentukan siapa yang menang dan kalah. Namun lebih kepada upaya memperbaiki proses penyelenggaraan pemilu.


"Jangan abaikan rasa ketidakadilan yang dirasakan puluhan juta rakyat yang mendukung Prabowo," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Yusril Anggap Wajar Ada Kesalahan Pengetikan pada RUU Cipta Kerja

Nasional
36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

36 Kasus Distop Penyelidikannya, KPK Tak Sangka Jadi Heboh

Nasional
Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Pemerintah Siapkan Sejumlah Lokasi Alternatif untuk Karantina 74 WNI Kru Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Wapres Ma'ruf Amin Minta Guru Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional
KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Sebagian Besar Terkait Dugaan Suap

Nasional
Penyelidikan 36 Kasus Dihentikan, KPK: Kalau Ada Laporan Masuk, Ya Kita Buka Lagi

Penyelidikan 36 Kasus Dihentikan, KPK: Kalau Ada Laporan Masuk, Ya Kita Buka Lagi

Nasional
Polemik RUU Ketahanan Keluarga, Yusril: Serahkan pada Agama dan Adat Istiadat, kecuali...

Polemik RUU Ketahanan Keluarga, Yusril: Serahkan pada Agama dan Adat Istiadat, kecuali...

Nasional
Terkait Tudingan soal Dinasti Politik, Ini Respons Bobby Nasution

Terkait Tudingan soal Dinasti Politik, Ini Respons Bobby Nasution

Nasional
Baru 1 Paslon Independen yang Penyerahan Dukungannya Diterima untuk Pilgub 2020

Baru 1 Paslon Independen yang Penyerahan Dukungannya Diterima untuk Pilgub 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X