PKS Akan Tetap Setia dalam Koalisi Prabowo-Hatta

Kompas.com - 21/07/2014, 10:20 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (kiri ke kanan) saat deklarasi dukungan PKS kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Jakarta, Sabtu (17/5/2014). KOMPAS/HERU SRI KUMOROKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (kiri ke kanan) saat deklarasi dukungan PKS kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Jakarta, Sabtu (17/5/2014).
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap setia dalam koalisi partai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Apa pun hasil yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti, PKS tak akan mengubah sikap politiknya.

Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya sangat menikmati berada dalam Koalisi Merah Putih yang telah dipermanenkan beberapa waktu lalu. Koalisi tersebut dianggap memiliki keselarasan antara visi dan misi PKS dalam upaya membangun Indonesia melalui kerja sama di pemerintahan atau di parlemen.

"Kita tetap di koalisi permanen, koalisi demokrasi yang tidak transaksional. Kita punya desain pembangunan yang disepakati bersama," kata Mardani, saat dihubungi, Senin (21/7/2014).

Mardani melanjutkan, pihaknya tetap akan bertahan dalam koalisi ini meski Prabowo-Hatta nantinya dinyatakan kalah pada Pilpres 2014. Ia optimistis Koalisi Merah Putih dapat terus berjuang melalui parlemen.

Lebih dari itu, kata Mardani, PKS juga akan mendukung langkah apa pun yang akan ditempuh oleh Prabowo-Hatta untuk menyikapi hasil pilpres, termasuk jika hasil tersebut akan digugat ke Mahkamah Konstitusi.

"Sikap PKS sudah menyampaikan masukan pada koalisi. Kalau Prabowo-Hatta menyepakati menempuh jalur MK, kita akan dukung," ucapnya.

Prabowo-Hatta didukung oleh Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, dan PBB. Belakangan, koalisi tersebut dipermanenkan agar kerja sama berlanjut di parlemen. Rencananya, KPU akan mengumumkan pemenang pilpres pada Selasa (22/7/2014).

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Nasional
Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Nasional
Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Nasional
Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Nasional
Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Nasional
Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Nasional
Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Nasional
KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Nasional
Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Nasional
Mendes PDTT Minta 'BumDes Bersama' Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Mendes PDTT Minta "BumDes Bersama" Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Nasional
Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X