Kompas.com - 20/07/2014, 01:06 WIB
Poempida Hidayatullah, Agus Gumiwang, dan Nusron Wahid (kiri-kanan), tiga kader Partai Golkar yang dipecat karena mendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, berbicara kepada wartawan, Selasa (24/6/2014) di Jakarta. Kompas.com/Ichsan SuhendraPoempida Hidayatullah, Agus Gumiwang, dan Nusron Wahid (kiri-kanan), tiga kader Partai Golkar yang dipecat karena mendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, berbicara kepada wartawan, Selasa (24/6/2014) di Jakarta.
|
EditorErvan Hardoko
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I Partai Golkar mendukung keputusan Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie yang memecat kadernya yang mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Mereka juga mengapresiasi ketegasan Aburizal dalam menegakkan disiplin partai.

"Kami juga meminta ketum agar tidak terlalu berbaik hati. Kita meminta ketegasan dan disiplin bagi mereka yang sengaja merusak tatanan Golkar," kata Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie di Hotel Four Seasons, Jakarta, Sabtu (19/7/2014) malam.

Dia mengatakan, keputusan ini harus berlaku bagi kader mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Secara khusus, Rusli juga mengkritik manuver yang dilakukan para pimpinan DPD II Golkar. "DPD II yang sengaja mbalelo ke DPP supaya jangan dibela-bela. Yang saya tahu, yang paham kondisi di daerah adalah kami sendiri (DPD I Golkar," ucap Gubernur Gorontalo itu.

Rusli juga menambahkan, para kader, termasuk kader di tingkat pusat, yang tidak mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan memilih Jokowi-JK juga harus mendapat sanksi, termasuk pemecatan.  "Kalau sampai kesalahannya fatal ya dipecat. Kalau terbukti mbelalo dipecat," tandas Rusli.

Pernyataan Rusli lantas mendapat dukungan dari para pimpinan DPD I Golkar lainnya. Mereka pun memekikkan kata "pecat" secara berulang-ulang dalam ruangan rapat yang dijadikan ruang jumpa pers.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDPI Sebut Covid-19 Bisa Jadi Flu Biasa saat Protokol Kesehatan Bersifat Umum

PDPI Sebut Covid-19 Bisa Jadi Flu Biasa saat Protokol Kesehatan Bersifat Umum

Nasional
Komisi II: Kepala Otorita Harus Pastikan IKN Terwujud, Jangan Sampai Mangkrak

Komisi II: Kepala Otorita Harus Pastikan IKN Terwujud, Jangan Sampai Mangkrak

Nasional
Kejari Jakpus Terima Pelimpahan Berkas Tahap II Kasus Cuitan Benada SARA Ferdinand Hutahaean

Kejari Jakpus Terima Pelimpahan Berkas Tahap II Kasus Cuitan Benada SARA Ferdinand Hutahaean

Nasional
Transmisi Lokal Kini Dominasi Kasus Omicron, Jabodetabek Jadi Sumber Peningkatan

Transmisi Lokal Kini Dominasi Kasus Omicron, Jabodetabek Jadi Sumber Peningkatan

Nasional
Pemerintah Waspada, Luhut Sebut Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Pemerintah Waspada, Luhut Sebut Angka Reproduksi Efektif Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Nasional
Kapolri Tidak Ragu Pecat Anggotanya yang Merusak Institusi Kepolisian

Kapolri Tidak Ragu Pecat Anggotanya yang Merusak Institusi Kepolisian

Nasional
Bupati Langkat Punya Penjara untuk Perbudak Puluhan Pekerja Sawit

Bupati Langkat Punya Penjara untuk Perbudak Puluhan Pekerja Sawit

Nasional
Luhut: Positivity Rate PCR Hampir 9 Persen, Pemerintah Waspada

Luhut: Positivity Rate PCR Hampir 9 Persen, Pemerintah Waspada

Nasional
Pemerintah Setuju Usul Pemilu 2024 Digelar 14 Februari

Pemerintah Setuju Usul Pemilu 2024 Digelar 14 Februari

Nasional
Majelis Angka: Ketika Harga Keadilan Bertarif

Majelis Angka: Ketika Harga Keadilan Bertarif

Nasional
Menantu Luhut Jadi Pangkostrad, TB Hasanuddin Minta Publik Jangan Lihat Silsilah Keluarga

Menantu Luhut Jadi Pangkostrad, TB Hasanuddin Minta Publik Jangan Lihat Silsilah Keluarga

Nasional
Prediksi Kasus Omicron Terus Meningkat, Pemerintah Belum Akan Setop Sekolah Tatap Muka

Prediksi Kasus Omicron Terus Meningkat, Pemerintah Belum Akan Setop Sekolah Tatap Muka

Nasional
Komisi I-Panglima TNI Gelar Rapat, Bahas Isu Laut China Selatan hingga Papua

Komisi I-Panglima TNI Gelar Rapat, Bahas Isu Laut China Selatan hingga Papua

Nasional
UPDATE: 1.626 Kasus Omicron, 678 di Antaranya Sembuh, 2 Meninggal

UPDATE: 1.626 Kasus Omicron, 678 di Antaranya Sembuh, 2 Meninggal

Nasional
Polri Pastikan Pergantian Warna Pelat Nomor Kendaraan dan Pemasangan Cip RFID Gratis

Polri Pastikan Pergantian Warna Pelat Nomor Kendaraan dan Pemasangan Cip RFID Gratis

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.