Kompas.com - 18/07/2014, 14:54 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng (kiri) menunggu di ruang tunggu terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/3/2014).  Andi akan menjalani sidang perdananya dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. KOMPAS.com/DIAN MAHARANIMantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng (kiri) menunggu di ruang tunggu terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (10/3/2014). Andi akan menjalani sidang perdananya dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menilai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng telah memberi kesempatan pada adiknya Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng untuk berhubungan dengan pejabat Kemenpora. Akibatnya, Choel pun terlibat dalam pengurusan proyek Hambalang atas sepengetahuan Andi.

"Terdakwa memberi kesempatan kepada Choel berhubungan dengan pejabat-pejabat di Kemenpora dengan mengenalkan Choel dan mengatakan 'ini adik saya yang dapat membantu Kemenpora," ujar Hakim Prim Haryadi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Hakim juga menilai Andi memberikan keleluasaan kepada Choel untuk menggunakan ruang kerjanya di lantai 10. Choel diberikan izin menggunakan ruangan kerja Andi untuk melakukan pertemuan dengan pejabat Kemenpora dan calon pemenang proyek Hambalang. Saat itu, Choel bertemu dengan Sesmenpora Wafid Muharam dan petinggi PT Adhi Karya yaitu Deddy Kusdinar.

"Terdakwa memberikan sarana kepada Choel. Juga penggunaan ruangan terdakwa oleh Choel dengan calon pemenang lelang," terang hakim.

Menurut hakim, bantahan Andi selama ini tidak didukung alat bukti yang cukup. Sebelumnya, jaksa menyatakan Andi terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 4 miliar dan 550.000 dollar AS dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Semua uang itu diterima Andi melalui adiknya, Choel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Hakim PN Surabaya Ngamuk Ditetapkan Jadi Tersangka, KPK: Silakan Mau Teriak

Nasional
Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Mengingat Lagi Janji Jokowi soal Biaya Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Bebani APBN

Nasional
KPK: 'Upeti' Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

KPK: "Upeti" Rp 1,3 M Disiapkan untuk Hakim PN Surabaya sampai Hakim Agung Bubarkan PT SGP

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.