Ini Upaya Polri Cegah Bibit ISIS di Indonesia

Kompas.com - 17/07/2014, 12:06 WIB
Bendera hitam dengan lambang ISIS dibawa salah satu peserta aksi di Bundaran HI, Jakarta, Jmat (11/7/2014). Foto diambil dari Twitter. TWITTERBendera hitam dengan lambang ISIS dibawa salah satu peserta aksi di Bundaran HI, Jakarta, Jmat (11/7/2014). Foto diambil dari Twitter.
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Sompie mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mencegah masuknya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke Indonesia. Salah langkah yang akan dilakukan adalah upaya preventif atau pembinaan.

"Kita mengedepankan peran intelijen untuk melakukan upaya preventif. Jadi, sebelum ada pencegahan, ada upaya pembinaan kepada masyarakat," ujar Ronny kepada Kompas.com di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/7/2014) malam.

Ronny mengatakan, badan intelijen keamanan Polri beserta tokoh adat dan agama memiliki andil besar dalam upaya pembinaan tersebut. Menurut Ronny, para tokoh masyarakat tersebut dapat lebih dini dalam mendeteksi gelagat yang perlu dicegah agar pengikut ISIS tidak tumbuh di Indonesia.

Sejauh ini, kata Ronny, kepolisian belum mendapatkan laporan mengenai adanya warga Indonesia yang bergabung dalam jaringan tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporan untuk menegakkan hukum. Belum ada tindakan meresahkan," kata Ronny.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Sutarman mengatakan bahwa Polri harus mewaspadai adanya pergerakan jaringan ISIS di Indonesia. Ia pun mengerahkan badan intelijen Polri untuk mengantisipasi masuknya jaringan ISIS.

Selain itu, Sutarman menambahkan, pihaknya juga berupaya menelusuri adanya warga Indonesia yang pergi ke Suriah untuk mengikuti misi ISIS.

"Kita terus koordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengetahui berapa orang yang pergi ke sana. Masuknya tidak dari sini, mungkin masuknya dari negara lain, menuju Suriah," ujar Sutarman.

ISIS tengah menjadi sorotan dunia karena menggunakan cara-cara kekerasan untuk memperluas pengaruhnya. Kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ini diduga telah melakukan perekrutan di Indonesia untuk diberangkatkan ke Irak dan Suriah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X