Kompas.com - 15/07/2014, 15:22 WIB
Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 di TPS 02, Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7/2014). KOMPAS / WAWAN H PRABOWOCalon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 di TPS 02, Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/7/2014).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Calon presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup saat berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014) siang. Iring-iringan mobil Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB.

Bersama sejumlah rekan koalisi, seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo, rombongan langsung diarahkan untuk naik ke lantai 3 tempat pertemuan dilangsungkan.

Setibanya di lokasi, Prabowo langsung berbincang akrab dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil, yang secara pribadi sudah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo dan Hatta Rajasa.

Turut hadir pula belasan perwakilan dari ormas Islam. Wartawan diizinkan mengambil gambar pada awal pertemuan. Setelah itu, pertemuan langsung dilakukan secara tertutup.

"Buat wartawan silakan di luar dulu ya, nanti ada sesi doorstop," ujar salah satu petugas.

Hal berbeda terjadi saat Prabowo dan rombongan berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah, di Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin justru mengharapkan media berada di dalam untuk meliput kegiatan silaturahim.

Prabowo pun hanya mengangguk mengikuti tuan rumah. "Wartawan kalau mau meliput dan ada yang mau tanya silakan. Kita terbuka saja," kata Din yang memutuskan untuk tetap netral dalam Pilpres 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Nasional
Karakteristik Peraturan Pemerintah

Karakteristik Peraturan Pemerintah

Nasional
Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Nasional
Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Nasional
Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Nasional
Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Nasional
Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Nasional
Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Nasional
Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Nasional
Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Nasional
Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Nasional
M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

Nasional
Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Nasional
Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Nasional
Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.