Kompas.com - 09/07/2014, 19:57 WIB
Penyandang disabilitas atau difabel mengikuti Sosialisasi dan Simulasi untuk Pemilih Disabilitas Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/4/2014). Simulasi yang diikuti oleh berbagai penyandang disabilitas itu untuk mensosialisasikan cara dan formulir pencoblosan, terutama bagi mereka yang memerlukan pendamping saat memberikan suara. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPenyandang disabilitas atau difabel mengikuti Sosialisasi dan Simulasi untuk Pemilih Disabilitas Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/4/2014). Simulasi yang diikuti oleh berbagai penyandang disabilitas itu untuk mensosialisasikan cara dan formulir pencoblosan, terutama bagi mereka yang memerlukan pendamping saat memberikan suara. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan Pemilu Akses bagi Penyandang Disabilitas (AGENDA) menyebutkan, banyak tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa provinsi tak menyediakan template braille untuk penyandang tuna netra dan tidak mempermudah pemilih dengan disabilitas fisik pada bilik suara. Hal ini diketahui setelah AGENDA memantau penyandang disabilitas di beberapa provinsi.

"Sebanyak 79 TPS atau 36 persen tidak menyediakan alat bantu tuna netra atau template braille yang dibuat oleh KPU," ujar Manajer Program AGENDA M Afifuddin dalam keterangan media, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2014).

Ia mengatakan, temuan itu berdasarkan pemantauan di lima wilayah yaitu Aceh, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Pemantauan dilakukan 225 orang relawan yang ditempatkan di TPS.

Afif menyebutkan, beberapa TPS tersebut adalah TPS 01 Kementul, Semarang, Jawa Tengah; TPS 05 Cantelan Kulon, Sragen Kota, Jawa Tengah; TPS 04 Desa Lamar, Banda Aceh, Aceh; TPS 07 Pamalarea Jaya, Goa, Sulawesi Selatan; TPS 11 Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan; TPS 73 Pal Merah, TPS 5 Pasar Minggu, TPS 5 Menteng, Jakarta, dan lainnya.

"Ketiadaan template braille apakah ini ditaruh di bawah sehingga jarang dipakai seperti kasus pemilu legislatif lalu, atau ditaruh di kecamatan, atau petugas tidak tahu cara penggunaan braille," ujar Afif.

Padahal, template braille ini disediakan oleh KPU di semua TPS untuk memudahkan pemilih tuna netra dalam menggunakan hak pilihnya di TPS.

"Sepertiga TPS telah gagal menuruti syarat alat bantu braille untuk pemilih tuna netra," kata Afif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, TPS yang tidak memberikan akses memadai bagi pemilih dengan disabilitas tubuh di antaranya TPS 35 Kramat Jati, Jakarta; TPS 38 Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan; TPS Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan; TPS 8 Sragen, Jawa Tengah; TPS Aceh Besar Darul Lea, Aceh; TPS 8 Makassar, Sulawesi Selatan; TPS 9 Tamalanlae, Makassar, Sulawesi Selatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

Nasional
Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

Nasional
Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

Nasional
9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Nasional
Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

Nasional
Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

Nasional
Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

Nasional
PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

Nasional
Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

Nasional
PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

Nasional
Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Nasional
Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Nasional
Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.