Anis Matta: Siapa Pun yang Menang Harus Rekonsiliasi

Kompas.com - 09/07/2014, 12:48 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 025 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2014). KOMPAS.com/RAHMAT FIANSYAHPresiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 025 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2014).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan gesekan tajam yang terjadi selama pemilu presiden terjadi karena hanya ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Kendati demikian, dia yakin masyarakat Indonesia sudah lebih dewasa dalam berdemokrasi.

"Siapa pun yang menang mesti melakukan rekonsiliasi. Kita harus menyatu kembali sebagai sebuah keluarga," kata Anis kepada wartawan seusai mencoblos di lokasi TPS Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2014).

Saat ditanya ikhwal bentuk konkret rekonsiliasi, Anis tidak menjawab secara gamblang. Dia hanya mengatakan, jangan sampai kompetisi dalam pilpres kali ini merusak persaudaraan sebagai bangsa. "Ya rekonsiliasi damai, saling berangkulan, kan (pemilu) ini juga untuk bangsa dan negara kan," ucap mantan Wakil Ketua DPR itu.

Ketika ditanya mengenai target kemenangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014, Anis tidak menyebutkannya. "Yang penting menang. Saya kira selisih tidak terlalu penting. Dan yang terpenting juga semua calon harus siap menang dan siap kalah," tandasnya.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Bambang Widjojanto: Itu Bukan Prestasi

KPK Hentikan 36 Penyelidikan, Bambang Widjojanto: Itu Bukan Prestasi

Nasional
Kemendagri Minta Pemda Alokasikan APBD untuk Pengembangan Perpustakaan

Kemendagri Minta Pemda Alokasikan APBD untuk Pengembangan Perpustakaan

Nasional
Akhir Februari, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Jiwasraya

Akhir Februari, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Jiwasraya

Nasional
Jokowi Ancam Tarik Sertifikat Perhutanan Sosial jika Lahan Tak Dikelola

Jokowi Ancam Tarik Sertifikat Perhutanan Sosial jika Lahan Tak Dikelola

Nasional
Sohibul Iman: Pak Prabowo Bilang ke Saya, Kawan Lama Jangan Ditinggalkan...

Sohibul Iman: Pak Prabowo Bilang ke Saya, Kawan Lama Jangan Ditinggalkan...

Nasional
Ramai Dikritik, PKS Sebut RUU Ketahanan Keluarga demi Generasi yang Lebih Baik

Ramai Dikritik, PKS Sebut RUU Ketahanan Keluarga demi Generasi yang Lebih Baik

Nasional
Istana Bantah Akan Ada Reshuffle Kabinet

Istana Bantah Akan Ada Reshuffle Kabinet

Nasional
Kejagung Deteksi Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya di Singapura dan Eropa

Kejagung Deteksi Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya di Singapura dan Eropa

Nasional
Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X