Kompas.com - 03/07/2014, 07:32 WIB
Pekerja melipat surat suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden, di Jalan Mardani Raya, Salemba, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Sebanyak 789.441 surat suara dilipat ditempat ini dan akan didistribusikan ke Jakarta Pusat. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPekerja melipat surat suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden, di Jalan Mardani Raya, Salemba, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Sebanyak 789.441 surat suara dilipat ditempat ini dan akan didistribusikan ke Jakarta Pusat.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum membantah ada surat suara Pemilu Presiden 2014 di Hongkong yang hanya memuat gambar salah satu pasangan calon. Hingga Rabu (2/7/2014) malam, surat suara di luar negeri terpantau sudah sesuai desain yang disepakati KPU dan pasangan calon.

"Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Hongkong sudah mengecek kemarin. Mereka memastikan tidak menemukan surat suara yang gambarnya hanya satu pasangan calon. PPLN juga belum menerima laporan dari siapa pun tentang itu (surat suara hanya bergambar satu pasangan calon)," kata anggota KPU, Arief Budiman, di Jakarta, Kamis (2/7/2014).

Arief mengatakan, KPU mendengar isu soal beredarnya surat suara dengan satu pasangan calon saja dari media sosial dan pemberitaan beberapa media massa. Biro Logistik KPU juga sudah meminta konfirmasi dari perusahaan pencetak surat suara tentang kabar itu. "Percetakan bilang surat suara yang dicetak sudah sesuai dengan desain yang ditetapkan," ujarnya.

Biro Perencanaan KPU, kata Arief, juga sudah melakukan konfirmasi langsung ke PPLN di Hongkong. Dari klarifikasi tersebut, ujar dia, PPLN menyatakan surat suara yang mereka terima dan dikirim ke pemilih melalui pos bukanlah surat suara rusak.

Sebelumnya, anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari, mengatakan telah menerima informasi bahwa surat suara untuk pemilih luar negeri di Hongkong hanya mencantumkan satu pasangan calon, yaitu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Rizieq Sempat Kelelahan dan Meriang Sebelum Jalani Rapid Test Antigen

Saksi Sebut Rizieq Sempat Kelelahan dan Meriang Sebelum Jalani Rapid Test Antigen

Nasional
Jokowi: Kita Juga Ingin Swasembada, Kita Tak Senang Impor Beras

Jokowi: Kita Juga Ingin Swasembada, Kita Tak Senang Impor Beras

Nasional
PBNU: Takbir Keliling Tak Mungkin Hindari Kerumunan, Sebaiknya Dihindari

PBNU: Takbir Keliling Tak Mungkin Hindari Kerumunan, Sebaiknya Dihindari

Nasional
Dalam Sidang, Dokter RSCM Ungkap Kronologis Hasil Tes Swab Rizieq yang Positif Covid-19

Dalam Sidang, Dokter RSCM Ungkap Kronologis Hasil Tes Swab Rizieq yang Positif Covid-19

Nasional
KPK Harap Perempuan Jadi Agen Perubahan dan Roda Penggerak Pencegahan Korupsi

KPK Harap Perempuan Jadi Agen Perubahan dan Roda Penggerak Pencegahan Korupsi

Nasional
KY Ajak Muhammadiyah Ikut Proses Rekrutmen hingga Pengawasan Calon Hakim Agung

KY Ajak Muhammadiyah Ikut Proses Rekrutmen hingga Pengawasan Calon Hakim Agung

Nasional
Mendikbud Temui Megawati di Teuku Umar, Ini yang Dibahas

Mendikbud Temui Megawati di Teuku Umar, Ini yang Dibahas

Nasional
Jokowi: Pemerintah Sebetulnya Tidak Senang Impor Beras, tapi...

Jokowi: Pemerintah Sebetulnya Tidak Senang Impor Beras, tapi...

Nasional
Jokowi: Tak Ada Impor Beras sampai Akhir Tahun, jika Produksi Bagus

Jokowi: Tak Ada Impor Beras sampai Akhir Tahun, jika Produksi Bagus

Nasional
Tiga Tersangka Korupsi Asabri Diduga Cuci Uang Lewat Bitcoin

Tiga Tersangka Korupsi Asabri Diduga Cuci Uang Lewat Bitcoin

Nasional
Dokumen Perjalanan Wajib Dibawa saat Bepergian di Masa PPKM Mikro, Ini yang Harus Diketahui

Dokumen Perjalanan Wajib Dibawa saat Bepergian di Masa PPKM Mikro, Ini yang Harus Diketahui

Nasional
Kementerian PPPA dan KPK Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Pencegahan Korupsi

Kementerian PPPA dan KPK Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Pencegahan Korupsi

Nasional
Sidang Kasus Tes Swab, Dokter Sebut Rizieq Shihab Pasien 'Privilege' di RS Ummi Bogor

Sidang Kasus Tes Swab, Dokter Sebut Rizieq Shihab Pasien "Privilege" di RS Ummi Bogor

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Periksa Kepala Satuan Pengawas Internal Perumda DKI

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Periksa Kepala Satuan Pengawas Internal Perumda DKI

Nasional
'Panggil Aku Kartini Saja', Potret Kekaguman Pramoedya...

"Panggil Aku Kartini Saja", Potret Kekaguman Pramoedya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X