Jadi Jurnalis di "Obor Rakyat" dan "Inilah.com", Darmawan Siap Diberi Sanksi

Kompas.com - 02/07/2014, 19:20 WIB
Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiono (tengah) memperlihatkan halaman muka Obor Rakyat edisi ketiga di Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (23/6/2014). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KMPemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiono (tengah) memperlihatkan halaman muka Obor Rakyat edisi ketiga di Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (23/6/2014).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Redaktur tabloid Obor Rakyat, Darmawan Sepriyossa, menyadari statusnya yang bekerja di dua media menyalahi aturan. Darmawan juga tercatat sebagai redaktur pelaksana di portal berita Inilah.com. Ia berdalih, di Obor Rakyat, ia tidak menggunakan nama aslinya karena takut ketahuan pemilik serta jajaran redaksi Inilah.com.

"Wartawan bekerja di dua media kan akan jadi persoalan. Seharusnya ada sanksi," ujar Darmawan seusai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Namun, Darmawan mengaku belum mengetahui sanksi apa yang akan diberikan Inilah.com kepadanya. Menurut Darmawan, dewan redaksi Inilah.com tengah melakukan rapat internal terkait masalah ini. 

"Sejauh ini mereka mau lihat dulu persoalannya, apalagi masih tahap pemeriksaan. Belum ada vonis dan sebagainya," ujarnya.

Darmawan membantah pemilik Inilah Grup, Muchlis Hasyim, juga berada di balik penerbitan tabloid Obor Rakyat. Ia mengaku, kedekatannya selama belasan tahun dengan Muchlis bersifat profesional, antara karyawan dan pemilik media. 

"Tapi tidak ada kaitannya ini, tidak ada perintah sama sekali," kilah Darmawan.

"Yang memerintah saya menulis di Inilah ya beliau (Muchlis). Tapi yang merintah saya nulis di Obor, ya ini, pemred saya," ujar Darmawan sambil menunjuk Setyardi, Pemred Obor Rakyat, yang berdiri di sampingnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Diminta jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Nasional
Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal 'Obstruction of Justice'

Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal "Obstruction of Justice"

Nasional
Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Nasional
Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Nasional
Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Nasional
Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Nasional
Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Nasional
Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Nasional
Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Nasional
Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

Ketua Komisi III DPR ke Yasonna: Lain Kali Hati-hati dengan Lidah

Nasional
Nilai Ada Kejanggalan Proyek Revitalisasi Monas, PSI Lapor ke KPK

Nilai Ada Kejanggalan Proyek Revitalisasi Monas, PSI Lapor ke KPK

Nasional
BNPT dan UNDP Gelar Pertemuan 100 Pakar Antiteror Bahas Pencegahan Ekstremisme

BNPT dan UNDP Gelar Pertemuan 100 Pakar Antiteror Bahas Pencegahan Ekstremisme

Nasional
Bangun Industri Pertahanan, Jokowi Tugaskan Prabowo Gunakan Teknologi

Bangun Industri Pertahanan, Jokowi Tugaskan Prabowo Gunakan Teknologi

Nasional
Cara Indonesia Atasi Aksi Ekstremisme Berbasis Kekerasan

Cara Indonesia Atasi Aksi Ekstremisme Berbasis Kekerasan

Nasional
Polri Bantah Melakukan Kekerasan terhadap Ananda Badudu

Polri Bantah Melakukan Kekerasan terhadap Ananda Badudu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X