Dinilai Lamban Usut "Obor Rakyat", Ini Komentar Kapolri

Kompas.com - 01/07/2014, 11:31 WIB
Ratusan eksemplar tabloid obor rakyat dibakar oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/6/2014) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoRatusan eksemplar tabloid obor rakyat dibakar oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/6/2014)
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman menegaskan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan desakan berbagai pihak terkait penanganan kasus tabloid Obor Rakyat. Menurut Kapolri, pihaknya akan tetap mengusut kasus tersebut sesuai proses yang diatur dalam hukum.

"Penegakan hukum bukan dari permintaan. Penegakan hukum dasarnya dari proses alat bukti, langkah-langkah yang dilakukan penyidik," ujar Sutarman seusai upacara perayaan Hari Bhayangkara ke-68 di Jakarta, Selasa (1/7/2014).

"Jadi kita tidak mendengarkan dari mana pun, tapi kita lakukan langkah proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum acara pidana," tambah Kapolri menyikapi penilaian berbagai pihak bahwa kepolisian lamban mengusut kasus tersebut.

Sejauh ini, Kapolri menjelaskan, penyidik Bareskrim Polri masih memeriksa para saksi dan ahli terkait penerbitan Obor Rakyat.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, Polri masih mencari fakta hukum terkait kasus tabloid Obor Rakyat. Menurut Boy, pihaknya tinggal mencari satu alat bukti lagi untuk menaikkan ke tahap penyidikan.

Boy menuturkan, Polri masih membutuhkan keterangan para ahli, yakni ahli dari delik pers, delik pemilu presiden, dan delik pidana umum. Pemeriksaan para ahli tersebut, kata Boy, tengah dilakukan oleh penyidik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X