Dukungan Rustriningsih ke Prabowo-Hatta Dinilai Kurang Berpengaruh

Kompas.com - 30/06/2014, 16:30 WIB
Rustriningsih (baju merah) mencoba menyakinkan para pendukungnya agar tetap bersemangat dan terus berjuang menegakkan kebenaran, sesaat setelah dirinya batal maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng, Selasa (5/3/2013) malam.
KOMPAS/SONYA HELLEN SINOMBORRustriningsih (baju merah) mencoba menyakinkan para pendukungnya agar tetap bersemangat dan terus berjuang menegakkan kebenaran, sesaat setelah dirinya batal maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng, Selasa (5/3/2013) malam.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com – Dukungan yang diberikan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dinilai tidak akan mempengaruhi dukungan terhadap pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Rustriningsih merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Tetapi itu internal yakin bahwa sebetulnya pengaruhnya Rustriningsih itu sudah enggak ada,” kata anggota timses Jokowi-JK, Akbar Faisal, di Media Center Jokowi-JK, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Menurut Akbar, jika memang dukungan masyarakat terhadap Rustriningsih besar, seharusnya dirinya mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah saat itu. Selain itu, ia menilai, jika dukungan Rustriningsih salah langkah. Seharusnya, ia mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh partainya.

“Bukan soal kurang pengaruh saja. Itu enggak etis saja. Saya yakin Ibu Rustri, saya berteman dengan beliau, saya yakin Ibu Rustri orang baik tapi beliau melakukan langkah yang keliru,” katanya.

Sebelumnya, anggota tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta, Marzuki Alie, mengklaim bahwa Rustriningsih siap mendukung pasangan nomor urut satu. Meski berstatus politisi PDI-P, kata Marzuki, Rustri enggan mendukung pasangan Jokowi-Kalla.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X