Kompas.com - 30/06/2014, 15:28 WIB
Seorang warga binaan rutan Lhoknga, Aceh Besar terlihat sedang memasukkan kertas suaranya di TPS III Rutan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (9/4/2014). Sebanyak 57 warga binaan rutan Lhoknga ikut memilih wakil rakyat pada Pileg kali ini. *****K12-11 K12-11Seorang warga binaan rutan Lhoknga, Aceh Besar terlihat sedang memasukkan kertas suaranya di TPS III Rutan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (9/4/2014). Sebanyak 57 warga binaan rutan Lhoknga ikut memilih wakil rakyat pada Pileg kali ini. *****K12-11
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Logistik Komisi Pemilihan Umum, Boradi, mengatakan, pemilih berhak menerima surat suara baru jika keliru mencoblos. Syaratnya, surat tersebut belum dimasukkan ke dalam kotak suara.

"Misal ada pemilih yang salah dalam memberikan pilihan, mereka berhak minta satu kali ganti," kata Boradi di KPU Pusat, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Ia menjelaskan, ketika pemilih salah mencoblos, atau mencoblos di luar kolom nomor, foto, dan nama capres/cawapres, pemilih berhak meminta surat suara baru. Menurut ketentuan KPU, pemilih harus mencoblos pada nomor urut, kolom, dan nama pasangan capres/cawapres.

"Sepanjang (surat suara) belum dimasukkan ke kotak suara, boleh (diganti)," imbuh Boradi.

Penggantian surat suara ini, tambah Boradi, menggunakan surat suara cadangan yang disiapkan oleh panitia pemungutan suara (PPS). Surat suara cadangan ini juga digunakan oleh pemilih yang tidak terdaftar pada DPT atau DPK, ketika surat suara pokok habis.

Boradi pun mengatakan, nantinya Ketua KPPS membuat berita acara, bahwa ada pemilih yang salah mencoblos dan meminta penggantian surat suara.

"Kan ada rincian surat suara rusak berapa. Surat suara yang diterima termasuk cadangan berapa. Surat suara yang dikembalikan pemilih karena rusak atau salah memilih berapa," jelas Boradi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

Nasional
Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Nasional
HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

Nasional
WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

Nasional
Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani 'Overhaul'

Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani "Overhaul"

Nasional
Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Nasional
Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Nasional
Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

Nasional
KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

Nasional
Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Nasional
Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Nasional
KRI Cakra-401 Selesai 'Overhaul', TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

KRI Cakra-401 Selesai "Overhaul", TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

Nasional
Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.