Hatta Koreksi Pernyataan Prabowo: "Potential Loss", Bukan Bocor - Kompas.com

Hatta Koreksi Pernyataan Prabowo: "Potential Loss", Bukan Bocor

Kompas.com - 29/06/2014, 22:12 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Hatta Rajasa (kanan) memaparkan visi misinya disaksikan calon Wakil Presiden nomor urut 2, Jusuf Kalla saat debat di Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014). Tema debat cawapres malam ini adalah 'Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK'


JAKARTA, KOMPAS.com
- Calon wakil presiden Hatta Rajasa menjelaskan maksud calpn presidennya, Prabowo Subianto, mengenai potensi kebocoran anggaran sebesar Rp 1.000 triliun setiap tahun. Hatta menegaskan, kebocoran itu bukan berasal dari kas APBN, melainkan  dari sektor lain yang berpotensi menambah pendapatan Indonesia.

"Pak Prabowo capres kami tidak mengatakan kebocoran itu bersumber dari APBN, akan tetapi yang dimaksud potential loss," kata Hatta dalam debat antarcawapres di Gedung Bidakara, Jakarta, Minggu (29/6/2014) malam.

Hatta menyampaikan, yang dimaksud Prabowo adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Ia menegaskan, penyebabnya bisa berawal karena Indonesia hanya mampu menjual bahan mentah atau menjual dengan harga rendah sumber daya alam Indonesia, misalnya gas, minyak bumi, dan batu bara tanpa kemampuan untuk melakukan renegosiasi.

Sebelumnya, Kalla meminta Hatta untuk menjelaskan kebocoran yang sering diungkapkan oleh Prabowo. Kalla juga meminta Hatta menjelaskan perannya dalam menutup kebocoran itu selama menjadi menteri di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pemerintahan Pak SBY sudah melakukan perbaikan, jadi tidak betul kalu Rp 1.000 triliun itu berasal dari kebocoran APBN," ucapnya.

Untuk diketahui, debat antarcawapres ini merupakan seri debat keempat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Topik yang diangkat adalah pembangunan SDM dan iptek. Sebelumnya, debat digelar antar pasangan capres dan cawapres, dan dua seri debat lainnya khusus mempertemukan antarcapres.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X