Kompas.com - 24/06/2014, 14:02 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat berkampanye di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/6/2014). AP PHOTO / MASYUDI S FIRMANSYAHCalon presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat berkampanye di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/6/2014).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Anies Baswedan, mengatakan, Jokowi memang sejak awal tidak berniat menjadi presiden. Namun, kini, kata Anies, Jokowi telah mendapatkan dan menerima sebuah amanah.

Di sisi lain, Anies mengkritik capres Prabowo Subianto yang terkesan sangat bernafsu ingin menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Justru saya jadi khawatir kalau sepanjang waktu Prabowo hanya memburu satu posisi saja. Jokowi jadi perhatian media bukan karena iklan selama bertahun-tahun, tapi apa yang dikerjakannya, bukan membayar iklan terus-menerus," kata Anies dalam acara diskusi panel Fisip untuk Bangsa di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (24/6/2014).

Hal itu dikatakan Anies menjawab pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya. Tantowi menilai Jokowi tidak mempunyai niatan sejak awal untuk menjadi presiden. Menurut dia, niat adalah hal yang paling penting karena merupakan awal untuk memulai segala hal.

"Dia meroket karier politiknya saat menjadi Wali Kota Solo, lalu jadi Gubernur Jakarta. Jokowi jadi gubernur saja sudah happy banget. Dia tidak pernah punya niatan untuk jadi presiden," kata Tantowi.

Dia pun membandingkan Jokowi dengan Prabowo yang sejak 2004 sudah ikut berkompetisi merebut kursi RI 1 meskipun belum berhasil.

"Prabowo sejak 2004 sudah ingin memimpin bangsa ini. Dia ikut konvensi Golkar, tapi kalah dengan Wiranto. Tahun 2009, dia maju lagi karena partainya tidak mendapatkan cukup kursi, dia ikhlas menjadi wakil Megawati. Tahun 2014 partainya cukup, dia maju lagi. Artinya, orang ini memang terpanggil," ujar Tantowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait kekhawatiran Anies perihal sikap Prabowo yang bernafsu menjadi presiden, menurut Tantowi, tidak masalah apabila mengejar suatu posisi tertentu untuk kebaikan bangsa dan negara.

"Kalau untuk kebaikan, sebaiknya justru kita apresiasi," ujar politisi Partai Golkar itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.