Kompas.com - 18/06/2014, 14:01 WIB
Calon presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Senin (16/6/2014). Ia disambut ratusan pedagang pendukungnya. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Senin (16/6/2014). Ia disambut ratusan pedagang pendukungnya.
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mengaku pusing menghadapi banyaknya kampanye hitam yang menyerang pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kampanye hitam itu menjadi halangan terbesar bagi tim sukses untuk meraih suara di daerah.

"Black campaign, pusing aku," ujar Eva di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Untuk menghadapi kampanye hitam, yang salah satunya disebar melalui tabloid Obor Rakyat, Eva mengatakan, para relawan Jokowi-JK terpaksa membawa tabloid tandingan, Pelayan Rakyat. Tabloid Pelayan Rakyat dibawa para relawan saat kampanye door to door di berbagai daerah.

"Ini sebelumnya tidak ada dalam rencana. Rencananya door to door hanya akan membawa visi-misi dengan harapan ada diskusi gagasan," ujar Eva.

Selain itu, para pendukung Jokowi-JK dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) juga terpaksa membuat klarifikasi bernada ke-Islam-an untuk menjawab fitnah berbau SARA. Bagi Eva, hal ini sangat disayangkan karena tujuan awal kampanye adalah membicarakan visi dan misi.

Bukan hanya timses yang sibuk meluruskan fitnah, Jokowi juga sibuk menjelaskan kepada publik mengenai berbagai kampanye hitam dari kubu lawan. Setiap kampanye di daerah, Jokowi selalu menjawab satu per satu pertanyaan terkait fitnah yang diarahkan belakangan ini. Menurut Jokowi, hal itu dilakukan lantaran para pendukungnya sudah resah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.