Anies: Kartu Indonesia Pintar Jaminan bagi Anak Putus Sekolah

Kompas.com - 17/06/2014, 20:47 WIB
Calon presiden Joko Widodo (kemeja kotak-kotak) dan juru bicara tim pemenangannya Anies Baswedan (kemeja putih) bertamu di Pondok Pesantren, Pandanaran, Sleman, Yogyakarta , Senin (2/6/2014). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOCalon presiden Joko Widodo (kemeja kotak-kotak) dan juru bicara tim pemenangannya Anies Baswedan (kemeja putih) bertamu di Pondok Pesantren, Pandanaran, Sleman, Yogyakarta , Senin (2/6/2014).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara tim pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Anies Baswedan, mengatakan, program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan oleh pasangan tersebut dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang putus sekolah, ditunjang dengan Kartu Indonesia Pintar.

"Dalam visi misi Jokowi ditulis bahwa kami akan mendedikasikan pembangunan manusia melalui undang-undang wajib belajar 12 tahun ini," ujar Anies di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Anies memaparkan, anak-anak yang masuk ke sekolah dasar sebanyak 5,6 juta per tahun, sedangkan yang lulus sekolah menengah atas sebanyak 2,3 juta orang per tahun. Jadi, kata Anies, sebanyak 3,3 juta orang putus sekolah selama rentang waktu tersebut.

"Bagi 2,3 juta anak melihat kartu itu mungkin tidak penting, tapi bagi 3,3 juta anak itu berarti," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Anies, ketersediaan institusi pendidikan di Indonesia tidak mencukupi. Ia menuturkan, ketersediaan SD di Indonesia sebanyak 168.000 unit, SMP sebanyak 39.000 unit, dan SMA sebanyak 26.000 unit.

"Kalau misalnya bangsa dinilai seberapa serius mendirikan bangsanya, dilihat dari institusi pendidikan yang dibangun," kata Anies.

Rektor Universitas Paramadina ini berharap, apabila undang-undang tersebut terwujud maka akan menjadi terobosan yang berdampak baik bagi anak-anak usia sekolah. Dengan pendidikan optimal masyarakatnya, bukan tidak mungkin bagi Indonesia meningkatkan daya saingnya di kancah internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kartu itu yang membuat kita merasa kita punya jaminan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data Suspek Covid-19 Turun Tajam, Ini Penjelasan Kemenkes

Data Suspek Covid-19 Turun Tajam, Ini Penjelasan Kemenkes

Nasional
Dilaporkan ke Dewas, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Diduga Komunikasi dengan Kontestan Pilkada

Dilaporkan ke Dewas, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Diduga Komunikasi dengan Kontestan Pilkada

Nasional
2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Kondisi Politik dan Demokrasi Memburuk

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Demokrat: Kondisi Politik dan Demokrasi Memburuk

Nasional
Satgas: Kasus Positif Covid-19 Turun Selama 13 Pekan Berturut-turut

Satgas: Kasus Positif Covid-19 Turun Selama 13 Pekan Berturut-turut

Nasional
Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.