Bebas dari Penjara, Nunun Nurbaeti Gelar Syukuran

Kompas.com - 16/06/2014, 08:27 WIB
Nunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, saat akan mengikuti sidang vonis di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (9/5/2012). Majelis hakim menjatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan, denda Rp 150 juta, subsider tiga bulan.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMONunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, saat akan mengikuti sidang vonis di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (9/5/2012). Majelis hakim menjatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan, denda Rp 150 juta, subsider tiga bulan.
Penulis Icha Rastika
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Darajatun, kini menghirup udara segar. Wanita yang terjerat kasus suap cek perjalanan terkait pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia tersebut ke luar dari tahanan pada Sabtu (14/6/2014) lalu.

"Benar, sejak Sabtu ibu Nunun sudah berkumpul di tengah keluarga," kata pengacara Nunun, Ina Rachmat, melalui pesan singkat, Senin (16/6/2014).

Menurut Ina, Nunun dijemput keluarganya dari Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta pada pukul 07.00, Sabtu itu. Selepasnya dari tahanan, katanya, Nunun menggelar syukuran bersama keluarganya.

Ina juga mengatakan bahwa Nunun termasuk tahanan yang terkena dampak peraturan pemerintah mengenai pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat. Nunun, lanjutnya, menjalani penuh masa hukumannya selama dua tahun enam bulan.

"Bu Nunun kena PP 99 jadi beliau menjalani penuh masa hukuman selama 2,5 tahun dan sekarang Bu Nunun sudah berkumpul di tengah keluarganya," ucap Ina.

Pada 9 Mei 2012, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis penjara selama dua tahun enam bulan kepada Nunun. Dia dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan memberi suap ke sejumlah anggota DPR 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai DGSBI 2004.

Selain hukuman penjara, Nunun yang pernah buron selama hampir dua tahun itu diharuskan membayar denda Rp 150 juta yang dapat diganti kurungan tiga bulan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X