Arswendo: Orang Waras Dukung Jokowi-JK

Kompas.com - 14/06/2014, 13:11 WIB
Capres, Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam dua jari saat tiba di Pasar Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Ribuan warga memenuhi halaman pasar untuk mendengarkan orasinya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan ingin menasionalkan program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar jika ia terpilih sebagai presiden. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROCapres, Joko Widodo (Jokowi) memberikan salam dua jari saat tiba di Pasar Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Ribuan warga memenuhi halaman pasar untuk mendengarkan orasinya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan ingin menasionalkan program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar jika ia terpilih sebagai presiden.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Budayawan Arswendo Atmowiloto mengatakan, orang pintar dan orang waras akan mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Menurut dia, tidak ada alasan untuk tidak mendukung pasangan dengan nomor urut dua tersebut.

"Orang pintar, waras, ya pasti dukung Jokowi-JK," ujar Arswendo, saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi komunitas almuni Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) mendukung Jokowi-JK, di Jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2014).

Arswendo mengatakan, dia memberikan dukungan kepada Jokowi-JK karena merasa aspirasinya terwakili oleh pasangan tersebut. Dia menilai sosok Jokowi sebagai sosok yang sederhana, merakyat, dan apa adanya.

"Kita nangis-nangis ingin pemimpin yang merakyat, sekarang terwakili Jokowi," ujar Arswendo.

Arswendo menambahkan, jika nantinya terpilih sebagai presiden, maka Jokowi harus terus menjaga komunikasi dengan rakyat. Jika Jokowi dapat menjaga keharmonisan hubungannya dengan rakyat, Arswendo yakin pemerintahan yang dipimpin Jokowi akan berjalan dengan baik.

Selain melakukan deklarasi, acara komunitas alumni UNS mendukung Jokowi-JK juga diisi dengan diskusi politik dengan tema "Revolusi Mental". Dalam diskusi tersebut, selain Arswendo Atmowiloto, hadir pula anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Suaidi Marasabessy, dan juga budayawan Mohammad Sobari. Acara ini dihadiri sekitar 600 alumni UNS dan juga relawan dari Jokowi-JK.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun ke-89 Jakob Oetama, dari Perjalanan Karier Hingga Kelahiran Kompas

Ulang Tahun ke-89 Jakob Oetama, dari Perjalanan Karier Hingga Kelahiran Kompas

Nasional
Jelang HUT ke-75 TNI, Grup 2 Kopassus Gelar Lomba Tembak

Jelang HUT ke-75 TNI, Grup 2 Kopassus Gelar Lomba Tembak

Nasional
Kapolri Ancam Copot Personel yang Terlibat Politik Praktis di Pilkada

Kapolri Ancam Copot Personel yang Terlibat Politik Praktis di Pilkada

Nasional
Saat Jokowi Setujui Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Strategis di Kemenhan

Saat Jokowi Setujui Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Strategis di Kemenhan

Nasional
Kekhawatiran Gus Mus: Jangan-jangan Hanya Pemerintah yang Yakin Pilkada akan Aman

Kekhawatiran Gus Mus: Jangan-jangan Hanya Pemerintah yang Yakin Pilkada akan Aman

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 Capai 271.339 dan Seruan Jokowi...

UPDATE: Kasus Covid-19 Capai 271.339 dan Seruan Jokowi...

Nasional
Perubahan Sosial Akibat Wabah, Muhadjir Sebut Butuh Peran Ilmuwan Sosial

Perubahan Sosial Akibat Wabah, Muhadjir Sebut Butuh Peran Ilmuwan Sosial

Nasional
Gibran dan Menantu Wapres Jadi Ketua-Wakil Ketua MP Karang Taruna

Gibran dan Menantu Wapres Jadi Ketua-Wakil Ketua MP Karang Taruna

Nasional
Gerakan Climate Action Now Kembali Minta Pemerintah Deklarasikan Indonesia Darurat Iklim

Gerakan Climate Action Now Kembali Minta Pemerintah Deklarasikan Indonesia Darurat Iklim

Nasional
Pasal-pasal tentang Pers Dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja

Pasal-pasal tentang Pers Dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja

Nasional
Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

Nasional
KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

Nasional
Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Nasional
Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Nasional
Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X