Kompas.com - 07/06/2014, 19:56 WIB
Capres dari poros PDIP, Jokowi usai acara pemotongan tumpeng di Kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). Acara pemotongan tumpeng ini sebagai ucapan syukur sekaligus mengawali kampanye pasangan Jokowi-Jusuf Kalla untuk Pilpres 2014. TRIBUNNEWS/HERUDINCapres dari poros PDIP, Jokowi usai acara pemotongan tumpeng di Kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). Acara pemotongan tumpeng ini sebagai ucapan syukur sekaligus mengawali kampanye pasangan Jokowi-Jusuf Kalla untuk Pilpres 2014.
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com
- Sejumlah seniman memutuskan ikut berkontribusi menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan presiden yang bakal digelar pada 9 Juli 2014 mendatang. Selama ini, mereka cenderung apatis terhadap politik dan memilih golput.

Namun, menjelang pilpres mendatang, sejumlah seniman ini berkomitmen memilih pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Demikian disampaikan sejumlah seniman dalam deklarasi #JariTengahUngu, di Taman Manggarai, Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Kemal Rasyad 

Produser film Kemal Rasyad mengaku menjatuhkan pilihan kepada pasangan nomor urut dua itu berdasarkan trek rekor dan analisis pribadinya.

"Sebagai warga negara dan pelaku industri kreatif, saya enggak ingin Indonesia dipimpin koalisi dari kubu nomor 1. Itu analisa pribadi mendalam saya, di luar like and dislike. Saya memutuskan untuk mendukung Jokowi dan Jusuf Kalla," kata Kemal.

Ia mengaku, pilihannya ini karena ia melihat track record Jokowi selama memimpin Jakarta. Menurutnya, Jokowi telah membawa perubahan bagi Ibu Kota. Jokowi lebih banyak bekerja dan membuat program yang disukai rakyat.

Misalnya, ia mencontohkan, penghijauan kawasan Semanggi, Jakarta. Ia menyebut penghijauan itu sebagai hal kecil yang tidak pernah terpikirkan para gubernur sebelumnya.

"Itu membuat stres level kita menurun," ujar pria yang terakhir mencoblos pilpres pada 1998 itu.

Ia meyakini Jokowi mampu membawa perubahan yang lebih luas bagi Indonesia, dengan menjadi presiden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Komisi I: Tidak Boleh Ada Tindakan Rasialisme terhadap Warga Papua

Anggota Komisi I: Tidak Boleh Ada Tindakan Rasialisme terhadap Warga Papua

Nasional
Kadin: Industri Manufaktur di Jabodetabek Prioritas Vaksinasi Gotong Royong

Kadin: Industri Manufaktur di Jabodetabek Prioritas Vaksinasi Gotong Royong

Nasional
Wujudkan Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan, Risma Dapat Acungan Dua Jempol dari Jokowi

Wujudkan Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan, Risma Dapat Acungan Dua Jempol dari Jokowi

Nasional
KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip

KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip

Nasional
UPDATE 6 Mei: 8.317.944 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 12.995.710 Dosis Pertama

UPDATE 6 Mei: 8.317.944 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 12.995.710 Dosis Pertama

Nasional
Bio Farma: 1 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Sudah Diterima, Setengahnya Donasi dari UEA

Bio Farma: 1 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Sudah Diterima, Setengahnya Donasi dari UEA

Nasional
UPDATE 6 Mei: Sebaran 5.647 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jawa Barat

UPDATE 6 Mei: Sebaran 5.647 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jawa Barat

Nasional
Pelabelan Teroris pada KKB Dinilai Tak Akan Bermasalah di Dunia Internasional

Pelabelan Teroris pada KKB Dinilai Tak Akan Bermasalah di Dunia Internasional

Nasional
Komnas HAM: Dialog Damai sebagai Strategi Mengakhiri Siklus Kekerasan di Papua

Komnas HAM: Dialog Damai sebagai Strategi Mengakhiri Siklus Kekerasan di Papua

Nasional
5 Provinsi Catat Kenaikan Kasus Covid-19 dan Penurunan Kepatuhan Protokol Kesehatan

5 Provinsi Catat Kenaikan Kasus Covid-19 dan Penurunan Kepatuhan Protokol Kesehatan

Nasional
Satgas Minta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat ke Tempat Asalnya

Satgas Minta Perusahaan Angkutan Umum Kembalikan Pemudik yang Nekat ke Tempat Asalnya

Nasional
Soal Shalat Id di Zona Hijau dan Kuning, Menag: Wajib Koordinasi Pemda hingga Satgas Covid-19

Soal Shalat Id di Zona Hijau dan Kuning, Menag: Wajib Koordinasi Pemda hingga Satgas Covid-19

Nasional
Menag Larang Kegiatan Takbir Keliling dan Batasi Jumlah Orang Saat Malam Takbiran di Masjid

Menag Larang Kegiatan Takbir Keliling dan Batasi Jumlah Orang Saat Malam Takbiran di Masjid

Nasional
Sanksi bagi Masyarakat yang Nekat Mudik: Denda hingga Penyitaan Kendaraan

Sanksi bagi Masyarakat yang Nekat Mudik: Denda hingga Penyitaan Kendaraan

Nasional
Satgas Covid-19: Mudik di Wilayah Aglomerasi Dilarang, tetapi Sektor Esensial Tetap Beroperasi

Satgas Covid-19: Mudik di Wilayah Aglomerasi Dilarang, tetapi Sektor Esensial Tetap Beroperasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X