Kompas.com - 03/06/2014, 19:22 WIB
Paguyuban Tukang Bakso Indonesia mendeklarasikan dukungannya kepada capres-cawapres Jokowi-Jusuf Kalla dalam ajang Pilpres 2014 di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Sekitar ratusan tukang bakso dari seluruh Indonesia dan perwakilannya datang ke Jakarta untuk mendeklarasikan calon presiden pilihannya. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPaguyuban Tukang Bakso Indonesia mendeklarasikan dukungannya kepada capres-cawapres Jokowi-Jusuf Kalla dalam ajang Pilpres 2014 di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014). Sekitar ratusan tukang bakso dari seluruh Indonesia dan perwakilannya datang ke Jakarta untuk mendeklarasikan calon presiden pilihannya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Para pedagang bakso yang terhimpun dalam Paguyuban Tukang Bakso se-Indonesia (PTBI) menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dalam acara tersebut, para pedagang bakso membebaskan warga menyantap dagangan mereka secara gratis.

"Sebagai bentuk dukungan kami, ini digratiskan makan bakso sepuasnya," ujar Koordinator PTBI Suyadi di Menteng, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Sebanyak delapan gerobak bakso menempati halaman luar dan dalam posko Relawan Merah Putih. Suyadi mengatakan, dari satu gerobak bakso, pedagang menyediakan hingga 60 mangkok bakso. Nilainya ditaksir Rp 600.000.

Menurut Suyadi, Jokowi layak menjadi pemimpin Indonesia karena sifatnya yang jujur dan sederhana. Ia menyebutkan, ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012, Jokowi pernah menghampiri para tukang bakso lalu mengajak mereka duduk bersama dan saling berbincang.

"Saat itu, saya bilang ke PTBI untuk dukung Jokowi (jadi gubernur). Sekarang mau jadi presiden, kita dukung juga," ujarnya.

Suyadi mengatakan, salah satu cara para tukang bakso mendukung Jokowi dan JK adalah dengan menempelkan stiker di gerobak mereka. Cara tersebut diharapkan membuat masyarakat sadar bahwa para pedagang bakso turut mendukung pasangan nomor urut 2 itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Nasional
Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Nasional
Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Nasional
Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Nasional
KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

Nasional
Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Nasional
Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Nasional
Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Nasional
Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Nasional
Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Nasional
Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Nasional
Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Nasional
MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

Nasional
Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X