Ketua DPP PKB: Jokowi Orang Solo Asli, Ibunya Boyolali, Bapaknya Karanganyar

Kompas.com - 03/06/2014, 17:31 WIB
Pasangan capres dan cawapres dari poros PDIP, Jokowi-Jusuf Kalla bersama dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (kiri), dan Ketua Dewan Syuro PKB, Azis Mansyur (dua kanan) saat acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alim Ulama PKB, di Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Silatnas yang dihadiri sejumlah alim ulama PKB dan NU se-Indonesia ini digelar untuk memaparkan visi dan misi serta strategi pemenangan pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Jusuf Kalla. TRIBUNNEWS/HERUDINPasangan capres dan cawapres dari poros PDIP, Jokowi-Jusuf Kalla bersama dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (kiri), dan Ketua Dewan Syuro PKB, Azis Mansyur (dua kanan) saat acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alim Ulama PKB, di Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014). Silatnas yang dihadiri sejumlah alim ulama PKB dan NU se-Indonesia ini digelar untuk memaparkan visi dan misi serta strategi pemenangan pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Jusuf Kalla.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Djafar mengklarifikasi berbagai tudingan miring tentang identitas calon presiden Joko Widodo atau Jokowi. Di hadapan para ulama PKB, Marwan menyatakan bahwa tudingan itu tidak benar.

"Insinyur Haji Joko Widodo adalah asli orang Solo. Ibunya orang Boyolali. Bapaknya orang Karanganyar," ujar Marwan saat memberikan sambutan yang disambut tepuk tangan peserta silaturahim nasional alim ulama PKB di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Marwan mengatakan, klarifikasi tersebut ia berikan di tengah beredarnya SMS dan tabloid yang mengatakan bahwa Jokowi bukanlah seorang Muslim. Dia mengatakan, Jokowi sudah melaksanakan haji sebagai salah satu kewajibannya sebagai seorang Muslim. "Beliau haji pada tahun 2003, setelah itu umrah enam sampai tujuh kali," katanya.

Marwan juga mengklarifikasi adanya isu yang menyebutkan bahwa Jokowi ingin menghapus tunjangan sertifikasi guru. Dia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.

Jokowi yang hadir di acara itu menyatakan, informasi yang menyebutkan bahwa ayahnya berasal dari Singapura adalah bentuk kampanye hitam. Jokowi membenarkan apa yang dikatakan Marwan bahwa ibunya berasal dari Boyolali dan ayahnya berasal dari Karanganyar.

"Bapak saya dari ndeso. Bapak saya dari Singapura itu bagaimana?" kata Jokowi yang disambut hadirin.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Nasional
Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Nasional
Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Nasional
Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

Nasional
KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Nasional
Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Nasional
Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Nasional
Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Nasional
IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

Nasional
Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X