Kampanye Damai, Publik Diimbau Saring Informasi Sumir di Media Sosial

Kompas.com - 03/06/2014, 15:40 WIB
Slide yang ditampilkan salah satu nara sumber saat diskusi bertema Kompas/Heru Sri Kumoro Slide yang ditampilkan salah satu nara sumber saat diskusi bertema "Menolak Kampanye Hitam, Mendorong Kampanye Positif" di Jakarta, Kamis (22/5/2014). Tren kampanye hitam diperkirakan akan semakin marak menjelang pelaksanaan pemilu presiden, khususnya di media sosial.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi di media sosial yang belum jelas sumbernya. Nukman mengatakan, masyarakat juga jangan latah dan langsung menyebarkan lagi kabar tersebut di media sosial.

"Kalau black campaign, ngapain kita sebar-sebar. Kita harus cek dan recheck, apakah informasi yang kita terima isu negatif atau fitnah," ujar Nukman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/6/2014).

Nukman mendukung upaya kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang langsung mengambil tindakan tegas atas pelanggaran kampanye. Hal tersebut dapat mengantisipasi keterbatasan pengetahuan publik pada esensi kampanye yang baik.

"Kan sebagian besar yang ngomong di media sosial kemungkinan tidak tahu batasan kampanye. Yang dia tahu membela calon yang dia sukai dan menjelekkan pihak lawan. Menjelekkan tidak apa-apa, asal pakai data yang benar," kata Nukman.


Menurut Nukman, menyerang lawan politik dengan isu yang tidak berdasar tidak akan berpengaruh banyak pada sikap politik seseorang. Ketika seseorang sudah yakin pada pilihannya, maka akan sulit untuk berpaling saat calon yang dipilihnya diterpa isu negatif.

"Selama ini tidak ada dalam sejarah politik seorang calon jatuh gara-gara black campaign. Malah jadi fenomena terbalik, mereka yang difitnah malah kemudian mendapat empati," ujarnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X