KPK Cegah Staf Bos Sentul City Tbk

Kompas.com - 02/06/2014, 20:33 WIB
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi memberikan keterangan kepada wartawan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Kungingan, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014). Dalam OTT tersebut, KPK berhasil menangkap tiga orang RY, FXY dan diduga salah satu kepala Dinas di Bogor. ANGGA BHAGYA NUGRAHAJuru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi memberikan keterangan kepada wartawan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Kungingan, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014). Dalam OTT tersebut, KPK berhasil menangkap tiga orang RY, FXY dan diduga salah satu kepala Dinas di Bogor.
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Imigrasi untuk mencegah Roselly Tjung alias Shirley Tjung terkait penyidikan kasus dugaan suap pengurusan rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Roselly diketahui sebagai staf dari Direktur Utama PT Sentuy City Tbk Cahyadi Kumala.

Selain Reselly, KPK mencegah staf Direksi Sentul City, Dian Purwheny terkait penyidikan kasus yang sama.

"Pencegahan berlaku sejak 21 Mei hingga enam bulan ke depan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Menurut Johan, keduanya dicegah agar tidak berada di luar negeri jika sewaktu-waktu KPK memerlukan keterangan keduanya terkait dengan proses penyidikan. Hari ini, KPK memanggil Cahyadi untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, menurut Johan, Cahyadi mangkir dari panggilan pemeriksaan hari ini.


Dalam kasus dugaan suap tukar menukar lahan di Bogor, KPK menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka. Selain itu, KPK menjerat Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin, serta perwakilan PT Bukit Jonggol Asri Yohan Yap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, suap yang diterima Yasin diduga terkait proses konversi hutan lindung menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri. Untuk memuluskan konversi hutan itu, Yohan dari PT Bukit Jonggol Asri diduga menyuap Yasin Rp 4,5 miliar untuk mendapatkan surat rekomendasi alih fungsi hutan menjadi lahan perumahan komersial dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Luas kawasan hutan yang diduga digadaikan dalam kasus ini mencapai 2.754 hektar. Adapun PT Bukti Jonggol Asri diambil alih 88 persen sahamnya oleh PT Sentul City sekitar Januari 2010 guna percepatan proyek kota baru mandiri. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah mencegah petinggi PT Sentul City, Robin Zulkarnain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X