Prabowo-Hatta Targetkan Curi Suara Jokowi-JK di Jawa dan Sulsel

Kompas.com - 29/05/2014, 16:09 WIB
Calon presiden dari Patai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara dukungan dari Guru, Guru Besar, dan Cendikiawan, di Jakarta, Selasa (27/5/2014). Sejumlah guru besar dan cendikiawan dengan latar belakang kampus yang berbeda memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tahun 2014-2019. TRIBUNNEWS/DANY PERMANACalon presiden dari Patai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri acara dukungan dari Guru, Guru Besar, dan Cendikiawan, di Jakarta, Selasa (27/5/2014). Sejumlah guru besar dan cendikiawan dengan latar belakang kampus yang berbeda memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tahun 2014-2019.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menargetkan Pulau Jawa menjadi kantong suaranya pada Pemilu Presiden 2014. Tim pemenangan Prabowo-Hatta juga mengklaim masyarakat Sulawesi Selatan, yang merupakan daerah asal Jusuf Kalla, mendukung mereka

"Kalau lihat penduduknya yang paling banyak di Jawa ini. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sumsel, Lampung, dan juga Sulawesi Selatan meski kompetitor juga berasal dari sana tapi kami cukup dapat dukungan di situ," kata Ketua Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Akbar Tandjung, di sela-sela acara Rakornas KAHMI di Jakarta, Kamis (28/5/2014).

Jawa dan Sulawesi Selatan selama ini diprediksi menjadi basis kuat pendukung Jokowi-JK. Jokowi pernah menjadi Wali Kota Solo dan basis massa partai pendukung Jokowi-JK seperti PDI-P dan PKB cukup kuat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara itu, Sulawesi Selatan adalah tanah kelahiran JK.

Menurut Akbar, untuk meraih simpati masyarakat di daerah lumbung suara yang menjadi rebutan antarkandidat itu, pasangan Prabowo-Hatta akan melakukan pendekatan dengan mengangkat fenomena sosial budaya daerah. Selain itu, survei-survei juga mulai dilakukan untuk mengukur tingkat dukungan kepada Prabowo-Hatta.

"Kalau dari pihak kami, Prabowo-Hatta adanya tren naik dukungannya. Tetapi, kami tetap memperhatikan kompetitor kami, karena kompetitor kami punya basis dukungan kuat," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu.

Mendekati pelaksanaan pilpres 9 Juli mendatang, Akbar juga mengaku mulai gencar menggalang relawan melalaui Sahabat AT. Terakhir, dia meresmikan posko dukungan Sahabat AT untuk Prabowo-Hatta di Solo, Jawa Tengah.

"Tak hanya sahabat AT, juga ada keluarga Golkar, kelompok pemuda dan mahasiwa, kelompok Cipayung, masyarakat individual. Semua itu akan menyatakan dukungan bagi capres Prabowo-Hatta," ungkap Akbar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Harus Jadi Perhatian Pemda Setiap Hari

Mendagri: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Harus Jadi Perhatian Pemda Setiap Hari

Nasional
Jokowi Minta Pengembangan Industri Mobil Listrik Dipercepat

Jokowi Minta Pengembangan Industri Mobil Listrik Dipercepat

Nasional
Polri: Petugas Masih Buru KKB yang Bakar Helikopter di Banda Aminggaru

Polri: Petugas Masih Buru KKB yang Bakar Helikopter di Banda Aminggaru

Nasional
Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode Tak Mudah Diwujudkan

Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode Tak Mudah Diwujudkan

Nasional
Jokowi Harap Kapasitas Industri Otomotif Dalam Negeri Ditingkatkan

Jokowi Harap Kapasitas Industri Otomotif Dalam Negeri Ditingkatkan

Nasional
Jokowi: Hati-hati, Covid-19 di Banyak Negara Melonjak karena Tak Waspada

Jokowi: Hati-hati, Covid-19 di Banyak Negara Melonjak karena Tak Waspada

Nasional
Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional
Peleburan Kemenristek Dinilai Bertentangan dengan UU, Riset Juga Akan Mundur

Peleburan Kemenristek Dinilai Bertentangan dengan UU, Riset Juga Akan Mundur

Nasional
PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

PKS dan PPP Beri Sinyal Bentuk Koalisi Partai Umat untuk 2024

Nasional
ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

ICW Nilai Satgas BLBI Jadi Proses Cuci Tangan Pemerintah atas Revisi UU KPK

Nasional
Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Pembungkaman Kritik dan Memburuknya Kebebasan Berekspresi di Era Jokowi

Nasional
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Harus di Atas 7 Persen

Nasional
DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Pengamat: Bisa Dianggap Politisasi Vaksin

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Banyak PHK akibat Pandemi, Jokowi Minta Program Padat Karya Diperbanyak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X