Timses Jokowi-JK Kecam Pernyataan Fadli Zon soal Kebakaran Posko Relawan

Kompas.com - 27/05/2014, 15:08 WIB
Kondisi posko relawan Jokowi yang dibakar orang tidak dikenal di Jalan Sultan Agung, Setia Budi, Jakarta, Senin (26/5/2014). Posko dibakar pada dini hari. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESKondisi posko relawan Jokowi yang dibakar orang tidak dikenal di Jalan Sultan Agung, Setia Budi, Jakarta, Senin (26/5/2014). Posko dibakar pada dini hari.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014, Hasto Kristiyanto, mengecam pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Kecaman itu dilatarbelakangi oleh ucapan Fadli yang mencurigai relawan Jokowi membakar poskonya sendiri di Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Cara berpikir Fadli Zon tendensius, mengobarkan prasangka, dan tidak percaya kepada aparat penegak hukum," kata Hasto, Selasa (27/5/2014), di Jakarta.

Hasto meminta Fadli lebih bijak dalam menilai suatu hal. Terlebih lagi, ucapannya itu hanya klaim sepihak dan dikhawatirkan membawa dampak besar pada kondisi politik di tengah masyarakat. Hasto meminta Fadli melakukan kampanye dengan cara yang lebih beretika. Pernyataannya pada kasus terbakarnya posko relawan Jokowi merupakan cerminan dari fitnah dan wujud kampanye hitam.

"Sebaiknya, Fadli Zon percaya kepada aparat kepolisian untuk mengusut pembakaran kantor relawan Jokowi. Mari kita berkompetisi secara sehat," ujarnya.

Sebelumnya, Fadli mencurigai terbakarnya posko relawan Jokowi di Jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan, dilakukan oleh pendukung Jokowi sendiri. Posko itu terbakar pada Senin (26/5/2014) dini hari. Fadli menilai hal tersebut bisa saja dilakukan kubu Jokowi untuk meninggalkan kesan mereka teraniaya oleh kelompok lain agar mendapatkan simpati dari masyarakat. Akibat kebakaran itu, lebih kurang 600 data relawan yang telah mendaftarkan diri lenyap dilalap "si jago merah".

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Relawan Jokowi Ulin Yusron Jadi Komisaris ITDC, Anggota Komisi VI: Kompetensinya Harus Mendukung

Nasional
Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Jubir Satgas: Yang Kita Perlukan Kegiatan Ekonomi Tanpa Timbulkan Kasus Covid-19

Nasional
KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

KPU Ikuti Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor, tetapi...

Nasional
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

Nasional
Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

Nasional
Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

Nasional
Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

Nasional
Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

Nasional
Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

Nasional
Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

Nasional
Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

Nasional
Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Nasional
Kejagung: Kerugian Negara akibat Kasus Korupsi Impor Tekstil Sebesar Rp 1,6 Triliun

Kejagung: Kerugian Negara akibat Kasus Korupsi Impor Tekstil Sebesar Rp 1,6 Triliun

Nasional
Maulid Nabi, Kemenag Imbau Hindari Kegiatan yang Ciptakan Kerumunan

Maulid Nabi, Kemenag Imbau Hindari Kegiatan yang Ciptakan Kerumunan

Nasional
Walhi Kecam Pembangunan 'Jurassic Park Komodo', Tak Berbasis Keilmuan

Walhi Kecam Pembangunan "Jurassic Park Komodo", Tak Berbasis Keilmuan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X