Kompas.com - 24/05/2014, 19:37 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Fadli Zon menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif di Tempat Pemungutan Suara 2, Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Rabu (9/4/2014). Pemilu legislatif hari ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKetua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Fadli Zon menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif di Tempat Pemungutan Suara 2, Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Rabu (9/4/2014). Pemilu legislatif hari ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
EditorHeru Margianto


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, membantah isu kewarganegaraan ganda Ketua Dewan Pembinan Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Fadli, Prabowo tidak pernah menjadi warga negara Kerajaan Jordania seperti kabar yang berkembang saat ini, atau warga negara mana pun juga.

"Tidak ada sama sekali itu. Itu adalah rumor tahun 1999. Pak Prabowo bukan warga negara Jordan dan tidak pernah menjadi warga negara asing manapun. Paspornya hanya satu, Indonesia, dan Pak prabowo sangat patriotik dan nasionalis," jawab Fadli di kompleks Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Menyelidiki kewarganegaraan Prabowo, lanjut Fadli, sangat mudah sekali. Kebenaran isu tersebut bisa langsung ditanyakan kepada Pemerintah Jordania melalui duta besar Jordania untuk Indonesia.

Namun, kata dia, hal tersebut tidak dilakukan karena sengaja diembuskan sebagai kampanye negatif bagi Prabowo.

"Isu kewarganegaraan ini saya kira karena mereka sudah kehabisan isu untuk mengangkat kemudian diangkatlah isu-isu yang tidak ada. Menjawabnya sangat gampang juga. Bahwa Pak Prabowo pernah tinggal ya biasa saja. Itu kan cek mudah. Tidak usah bertele. Cek aja ke pemerintah negara Jordan, tanya sama duta besar yang ada di sini, tanya dengan Raja Abdullah. Gampang sekali," terang Fadli. (Eri Komar Sinaga)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, MAKI: Semoga Jadi Solusi Pemberantasan Korupsi

Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati, MAKI: Semoga Jadi Solusi Pemberantasan Korupsi

Nasional
Satgas: PPKM Saat Natal-Tahun Baru Disesuaikan Level Masing-masing Daerah

Satgas: PPKM Saat Natal-Tahun Baru Disesuaikan Level Masing-masing Daerah

Nasional
Giri Suprapdiono: Setelah Pelantikan Jadi ASN Polri, Akan Jalani Orientasi

Giri Suprapdiono: Setelah Pelantikan Jadi ASN Polri, Akan Jalani Orientasi

Nasional
UPDATE: Sebaran 261 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

UPDATE: Sebaran 261 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

Nasional
UPDATE BNPB: Pengungsi akibat Erupsi Semeru Tercatat 3.697 Jiwa

UPDATE BNPB: Pengungsi akibat Erupsi Semeru Tercatat 3.697 Jiwa

Nasional
Oknum TNI Diduga Pukul Polwan di Kalteng, Kapenrem Sebut Murni Kesalahpahaman

Oknum TNI Diduga Pukul Polwan di Kalteng, Kapenrem Sebut Murni Kesalahpahaman

Nasional
Angin Prayitno Disebut Beli 81 Bidang Lahan Menggunakan Nama Rekannya

Angin Prayitno Disebut Beli 81 Bidang Lahan Menggunakan Nama Rekannya

Nasional
UPDATE 7 Desember: Ada 6.116  Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 7 Desember: Ada 6.116 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Bertambah 420, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.108.717

UPDATE: Bertambah 420, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.108.717

Nasional
UPDATE 7 Desember 2021: Bertambah 17, Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 143.893

UPDATE 7 Desember 2021: Bertambah 17, Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 143.893

Nasional
UPDATE: Ada 5.466 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 5.466 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 261, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.076

UPDATE: Bertambah 261, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.076

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.