Kompas.com - 21/05/2014, 10:07 WIB
Buruh tani yang tergabung dalam Kelompok Dasa Wisma Ngudi Rukun menggunakan tenaga mereka untuk menarik bajak guna mengolah tanah sawah di Dusun Klepu, Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2012). Terbatasnya kemampuan ekonomi membuat mereka tidak mampu membeli traktor maupun sapi untuk menarik bajak. Mereka hanya bisa menanti datangnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang tidak kunjung tiba meskipun telah mengajukan proposal permohonan bantuan pengadaan sapi maupun traktor sejak bertahun-tahun lalu. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOBuruh tani yang tergabung dalam Kelompok Dasa Wisma Ngudi Rukun menggunakan tenaga mereka untuk menarik bajak guna mengolah tanah sawah di Dusun Klepu, Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/12/2012). Terbatasnya kemampuan ekonomi membuat mereka tidak mampu membeli traktor maupun sapi untuk menarik bajak. Mereka hanya bisa menanti datangnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang tidak kunjung tiba meskipun telah mengajukan proposal permohonan bantuan pengadaan sapi maupun traktor sejak bertahun-tahun lalu.
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden sudah muncul dan siap berlaga dalam Pemilu Presiden 2014. Saat hari kedua pasangan calon dideklarasikan kepada publik, Senin (19/5/2014), pasar merespons positif, dan respons itu berlanjut pada Selasa (20/5/2014).

Sentimen tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa pasar tak mempermasalahkan komposisi kedua pasangan calon itu. Namun, bukan berarti tantangan para calon terkait sektor ekonomi sudah rampung. "Respons yang muncul memperlihatkan pasar tak bermasalah dengan kedua pasangan calon," kata ekonom Aviliani saat dihubungi, Selasa malam.

Terlebih lagi, ujar Aviliani, dua sosok bakal calon wakil presiden yang bakal berlaga juga sudah dikenal baik oleh pasar. "Sudah terukur, dua-duanya dianggap bisa bekerja, dan sudah ketahuan kinerjanya."

Dua pasangan bakal calon presiden itu adalah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang diusung poros PDI-P, serta pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dari poros Partai Gerindra. Kalla sudah lama malang melintang di dunia usaha dan pernah menjadi Wakil Presiden dengan bidang ekonomi sebagai tugasnya. Adapun jabatan terakhir Hatta adalah Menteri Koordinator Perekonomian.

Di poros PDI-P ada Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura. Adapun di poros Gerindra, bergabung Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Golkar.

Menurut Aviliani, sejauh ini platform ekonomi yang diajukan kedua pasangan calon juga belum mendatangkan sentimen negatif dari pasar. Terlebih lagi, secara garis besar, ada kemiripan di tataran ideal yang masuk dalam platform ekonomi kedua pasangan.

Salah satu anggota tim sukses pasangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengatakan bahwa platform ekonomi pasangan ini adalah "Gotong Royong", lewat layanan pesan, Selasa malam. Adapun Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Hari Wibowo menyebut konsep ekonomi pasangan Prabowo dan Hatta adalah "Ekonomi Kerakyatan", juga lewat layanan pesan pada Rabu (21/5/2014) pagi.

Tantangan

Bagi Aviliani, apa pun nama konsep yang diusung para kandidat, itu bukanlah persoalan. Namun, ada catatan yang dia bubuhkan. "Yang perlu di-declare ke publik, jangan sampai dua-duanya dianggap sebagai anti-asing. Bila sampai demikian, asing akan melihat adanya bahaya dan rentan terjadi reversal (pembalikan arus modal)," papar dia.

Aviliani kemudian menyebutkan setidaknya ada tiga tantangan utama bagi kedua pasangan calon. Ketiganya adalah kebijakan fiskal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X