Putri Rhoma Irama: PKB Partai Islam, Kenapa Tak Berakhlak?

Kompas.com - 15/05/2014, 22:07 WIB
SERAMBI INDONESIA / BUDI FATRIA Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar bersama raja dangdut Rhoma Irama, menyapa para pendukung Partai PKB saat pembukaan kampaye perdana partai tersebut di halaman Gedung Islamic Center Lampeuneurut, Aceh Besar, 16 Maret 2014.

JAKARTA, KOMPAS.com —Putri pedangdut Rhoma Irama, Debby Rhoma, angkat bicara soal sikap Partai Kebangkitan Bangsa terhadap nasib pencalonan ayahnya sebagai presiden. Debby menilai PKB telah bertindak tidak adil, bahkan cenderung meremehkan keberadaan Rhoma dalam meningkatkan elektabilitas partai itu.

"Sebagai keluarga, saya sangat sayangkan sikap PKB. Artinya, bukan karena Rhoma tidak dicapreskan atau dicawapreskan. Kekecewaan saya bukan itu, tapi PKB tidak mau menjalin silaturahim dengan baik," ujar Debby saat dihubungi, Kamis (15/5/2014).

Debby mengatakan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hanya satu kali mendatangi Rhoma. Itu pun Muhaimin hanya meminta bantuan kepada Rhoma untuk menjalin penjajakan koalisi dengan partai-partai Islam. Namun, setelah PKB menyatakan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tidak ada lagi upaya pendekatan Muhaimin kepada Rhoma.

Debby berpendapat bahwa naiknya elektabilitas PKB pada pemilu kali ini adalah karena faktor Rhoma yang berkampanye di berbagai daerah. Meski demikian, efek Rhoma ini sering kali dinafikan oleh para elite PKB.

"Kesannya datang kami dikasih muka, pulang lihat punggung. Saya tidak minta mereka menghormati ayah saya dengan berlebihan, tapi PKB partai Islam, kenapa terlihat tidak berakhlak dengan tidak mau lagi bersilaturahim dengan ayah saya," kata Debby.


Oleh karena itu, Debby menyuarakan agar para relawan Rhoma Irama bisa meluapkan kekesalannya dengan berbagai bentuk asalkan tidak anarkistis. Menurut dia, banyak pertanyaan dari relawan Rhoma yang merupakan tim non-struktural PKB tentang alasan Rhoma tak juga dideklarasikan menjadi capres.

"Saya sudah berusaha redam. Tapi, melihat tidak ada iktikad baik PKB, saya tidak bisa lagi menahannya. Saya jadi tidak simpatik dengan PKB, kenapa malah politik memisahkan silaturahim kami?" kata Manajer Soneta Group ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X