Kompas.com - 14/05/2014, 22:09 WIB
Peserta Konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kanan) bersama Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin (dua kanan), Dahlan Iskan (dua kiri) usai mendengarkan pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye rapat umum di Kemayoran, Jakarta, 3 April 2014. TRIBUN / DANY PERMANAPeserta Konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kanan) bersama Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin (dua kanan), Dahlan Iskan (dua kiri) usai mendengarkan pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye rapat umum di Kemayoran, Jakarta, 3 April 2014.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dahlan Iskan, berharap ada partai politik yang melirik dan meminang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai bakal calon wakil presiden. Dahlan menilai, Mahfud sosok yang berpengalaman.

"Kalau seandainya diizinkan dan saya keluar sebagai pemenang konvensi, saya ingin pilih Pak Mahfud. Saya berharap Pak Mahfud ini ada yang menggandeng," kata Dahlan dalam diskusi Pilpres 2014, Berkoalisi atau Berkualitas? di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Sedianya, diskusi itu turut menghadirkan Mahfud MD. Namun, Mahfud mendadak tak bisa hadir karena ada urusan mendesak yang tak dapat ditinggalkan.

Dahlan mengatakan, sebelum konvensi dimulai, Mahfud turut diundang untuk mengikuti konvensi. Namun, ia menolak undangan tersebut karena alasan tak mau bertarung melawan Dahlan. Dahkan mengatakan, sebenarnya, Mahfud ingin berpasangan dengannya jika terpilih sebagai pemenang konvensi.

"Seirama dengan keputusan Pak Mahfud yang tidak mau ikut konvensi. Katanya, dia tidak mau melihat ada yang kalah dan ada yang menang di antara kami. Beliau maunya kami berpasangan," ujarnya.

Dengan kebutuhan saat ini di bidang hukum dan kesejahteraan, Dahlan mengatakan, Mahfud cukup mumpuni dan layak disandingkan dengan bakal capres yang ada saat ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, MUI: Kontraproduktif dengan Fakta Historis

Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, MUI: Kontraproduktif dengan Fakta Historis

Nasional
Kenang Sosok Sekjen Kemendagri yang Meninggal Dunia, Tjahjo: Almarhum Pekerja Keras

Kenang Sosok Sekjen Kemendagri yang Meninggal Dunia, Tjahjo: Almarhum Pekerja Keras

Nasional
[POPULER NASIONAL] Tanggapan Muhammadiyah soal Kemenag Hadiah untuk NU | Pujian Profesor Singapura untuk Jokowi Tidak Mengada-ada

[POPULER NASIONAL] Tanggapan Muhammadiyah soal Kemenag Hadiah untuk NU | Pujian Profesor Singapura untuk Jokowi Tidak Mengada-ada

Nasional
KPK Amankan Dokumen hingga Uang Saat Geledah 2 Lokasi di Palembang

KPK Amankan Dokumen hingga Uang Saat Geledah 2 Lokasi di Palembang

Nasional
Sidang Stepanus Robin, Jaksa KPK Akan Hadirkan Azis Syamsuddin dan Ajay M Priatna

Sidang Stepanus Robin, Jaksa KPK Akan Hadirkan Azis Syamsuddin dan Ajay M Priatna

Nasional
Kala PDI Perjuangan-Demokrat Saling Sindir Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Kala PDI Perjuangan-Demokrat Saling Sindir Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Nasional
Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Nasional
4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

4.240.019 Kasus Covid-19 di Tanah Air dan Permintaan Maaf Kemenkes soal Insentif Dobel Nakes

Nasional
Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Pemilih Pemula Antusias, Ganjar Ketiban Pulung...

Nasional
Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.