Kompas.com - 14/05/2014, 13:52 WIB
Jusuf Kalla saat menjadi pembicara pada acara Kompasianival di Skeeno Hall, Lantai 3, Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012.   KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Jusuf Kalla saat menjadi pembicara pada acara Kompasianival di Skeeno Hall, Lantai 3, Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Survei terakhir Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan, politisi Partai Golkar Jusuf Kalla jika diusung sebagai calon wakil presiden akan memiliki elektabilitas tertinggi. Sebaliknya, elektabilitas Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa paling rendah jika diusung sebagai cawapres.

Jusuf Kalla alias JK, yang disebut bakal mendampingi bakal capres PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi mendapatkan 19,3 persen suara. Sementara Hatta, yang akan mendampingi bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianrto hanya mendapatkan 3,2 persen suara.

Di peringkat kedua, ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dengan 13 persen suara, disusul capres Konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan dengan 8,9 persen suara dan Ketua Umum Hanura Wiranto dengan 7,2 persen suara.

"Jusuf Kalla tertinggi karena selama ini dia memang terus digadang-gadang sebagai cawapres," kata Peneliti PDB Agus Herta saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Rabu (14/4/2014).

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa


Nama lima cawapres potensial itu kemudian disimulasikan dengan lima capres yang berpeluang maju pada Pemilu Presiden 2014 mendatang, yakni Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan bakal capres Golkar Aburizal Bakrie.

Hasilnya, Jokowi-JK mendapatkan elektabilitas tertinggi dengan 28,4 persen suara. Prabowo ketika dipasangkan dengan Hatta, mendapatkan elektabilitas sebesar 7,1 persen. Sementara Aburizal ketika dipasang dengan Mahfud MD mendapat suara 4,3 persen.

Agus menjelaskan, meskipun elektabilitas Hatta kecil, tetapi ketika dipasangkan dengan Prabowo hasilnya cukup signifikan karena keduanya memiliki chemistry. Menurutnya, elektabilitas pasangan capres-cawapres tidak hanya dipengaruhi oleh elektabilitas setiap idividu, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Positifnya Prabowo sangat tegas. Sementara Hatta mempunyai kecermatan sangat tinggi, sehingga keduanya akan menghasilkan pemerintahan yang kuat," jelas Agus.

Survei ini disebut dilakukan dengan wawancara melalui telepon dalam periode 24 April sampai 2 Mei 2014. Jumlah sampel sebanyak 1200 orang yang dipilih secara acak sistematis dari buku telepon PT. Telkom. Responden tersebar di 33 provinsi dan 170 kota di seluruh Indonesia. Margin of error plus minus 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Chairman PDB, Didik J Rachbini, merupakan politisi Partai Amanat Nasional yang mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Namun, pihak PDB menjamin survei dan penelitiannya tidak berafiliasi atau pun dibiayai oleh PAN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Nasional
Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.