PKB Akan Tawarkan Rhoma dan Mahfud sebagai Cawapres Jokowi

Kompas.com - 10/05/2014, 21:57 WIB
Musisi dangdut Rhoma Irama didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jakarta, 16 April 2013. Rhoma Irama yang berkunjung bersama komunitas difabel menyatakan dukungannya bagi pemenangan PKB dalam Pemilu 2014 dan siap maju menjadi calon presiden. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA TRIBUN / DANY PERMANAMusisi dangdut Rhoma Irama didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB, Jakarta, 16 April 2013. Rhoma Irama yang berkunjung bersama komunitas difabel menyatakan dukungannya bagi pemenangan PKB dalam Pemilu 2014 dan siap maju menjadi calon presiden. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
EditorLaksono Hari Wiwoho


SIDOARJO, KOMPAS.com
- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar akan menawarkan nama-nama calon wakil presiden yang didukung oleh PKB kepada Joko Widodo. Meski demikian, PKB menyerahkan penentuan cawapres untuk Jokowi pada keputusan koalisi partai.

Hari ini PKB menyatakan dukungan resmi terhadap Jokowi sekaligus koalisi bersama PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Dengan demikian, koalisi ini telah terdiri dari tiga partai. Partai lainnya adalah Partai Nasdem.

Muhaimin mengatakan, koalisi ini tergolong unik karena bukan seperti koalisi umumnya, melainkan bersama dalam kebersamaan. "Termasuk untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Pak Jokowi juga dilakukan dengan kebersamaan tersebut, siapa tokoh yang paling kompeten untuk mendampingi Pak Jokowi," kata Muhaimin kepada wartawan di ruang VIP Bandara Internasional Juanda, Sabtu (10/5/2014) petang.

Ia mengatakan, dari internal PKB tetap akan menyodorkan nama-nama yang dianggap berkompeten untuk mendampingi Jokowi. Sebelum penyelenggaraan pemilu legislatif, PKB telah mengusung tiga bakal calon presiden, yakni Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama. Capres ini yang akan ditawarkan untuk menjadi cawapres untuk Jokowi.

"Di antara nama-nama tersebut masih muncul Rhoma Irama dan juga Mahfud MD yang menjadi tokoh kompeten untuk mendampingi Pak Jokowi," katanya.

Untuk mendukung rencana tersebut, PKB akan memperjuangkan kemenangan pada lima provinsi di Pulau Jawa. PKB juga menawarkan 15 agenda politik kepada Jokowi, yang meliputi peningkatan pendidikan dan ekonomi rakyat serta perhatian terhadap pluralisme.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suami Kecelakaan Lalu Lintas, Isteri: Sudah Siaga dengan Kartu JKN-KIS

Suami Kecelakaan Lalu Lintas, Isteri: Sudah Siaga dengan Kartu JKN-KIS

Nasional
Seleksi PPPK, Momentum Peningkatan Kesejahteraan bagi Guru Honorer

Seleksi PPPK, Momentum Peningkatan Kesejahteraan bagi Guru Honorer

Nasional
Mendagri: Pemilih Harus Langsung Pulang Setelah Mencoblos, Jangan Berkumpul di TPS

Mendagri: Pemilih Harus Langsung Pulang Setelah Mencoblos, Jangan Berkumpul di TPS

Nasional
Irjen Napoleon Bantah Minta Uang Rp 7 Miliar untuk “Petinggi Kita”

Irjen Napoleon Bantah Minta Uang Rp 7 Miliar untuk “Petinggi Kita”

Nasional
Disinggung soal Permintaan Rp 7 Miliar untuk “Petinggi Kita”, Irjen Napoleon Tertawa

Disinggung soal Permintaan Rp 7 Miliar untuk “Petinggi Kita”, Irjen Napoleon Tertawa

Nasional
Irjen Napoleon: Paper Bag Warna Merah dari Tommy Sumardi Berisi Risalah Sidang Djoko Tjandra

Irjen Napoleon: Paper Bag Warna Merah dari Tommy Sumardi Berisi Risalah Sidang Djoko Tjandra

Nasional
Irjen Napoleon Akui Bertemu Tommy Sumardi di Ruangannya, Bahas Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Akui Bertemu Tommy Sumardi di Ruangannya, Bahas Djoko Tjandra

Nasional
Komnas HAM: Penegakan HAM Seharusnya Tidak Jadi Perkara yang Sulit bagi Pemerintah

Komnas HAM: Penegakan HAM Seharusnya Tidak Jadi Perkara yang Sulit bagi Pemerintah

Nasional
Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Mendikbud Pastikan Anggaran untuk PPPK 2021 Ditanggung Pemerintah Pusat

Nasional
Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Peserta Seleksi PPPK 2021 Akan Dapat Materi Pembelajaran secara Daring

Nasional
Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Mantan Jaksa Agung Ini: 3 Hal Ini Akan Terjadi jika Kasus HAM Berat Masa Lalu Tak Diselesaikan

Nasional
Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Wapres: Seleksi Guru PPPK Solusi Pembenahan Tata Kelola Guru

Nasional
Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Abaikan Protokol Kesehatan saat Catatkan Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA Tanah Abang Dimutasi

Nasional
Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X