PDI Perjuangan Targetkan Raih 112 Kursi DPR

Kompas.com - 09/05/2014, 23:24 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih harus melakukan proses rekapitulasi suara tujuh provinsi pada hari terakhir batas rekapitulasi, Jumat (9/5/2014). KOMPAS.com/DEYTRI ARITONANGKomisi Pemilihan Umum (KPU) masih harus melakukan proses rekapitulasi suara tujuh provinsi pada hari terakhir batas rekapitulasi, Jumat (9/5/2014).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menargetkan, partainya mampu meraih 112 kursi DPR RI pada pemilu legislatif tahun ini. Berdasarkan pantauan sementara rekapitulasi perolehan suara, perolehan kursi yang diraih hampir mencapai target yang diinginkan.

"Dari pantauan terakhir, kursi kami berada pada 109. Kami berharap, dengan hasil perhitungan ini, bisa lebih mendekatlah. Target kami minimal bisa 111-112," kata Tjahjo di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jumat (9/5/2014).

Tjahjo mengatakan, secara umum kinerja Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan pemilu sudah cukup baik. Hanya, ia mengingatkan agar KPU cermat dalam proses rekapitulasi suara. Ia menengarai ada oknum penyelenggara pemilu di daerah yang diduga bermain saat pemilu legislatif lalu.

"Mencermati gelagat perkembangan dinamika dari proses pileg memang sangat luar biasa sekali dan pola permainannya sangat masif yang melibatkan oknum KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sampai oknum KPU daerah," ujarnya.

Ia juga meminta KPU meningkatkan kinerjanya karena tahapan pemilu masih separuh jalan. Sisa waktu sebelum pemilu presiden pada 9 Juli harus dapat digunakan untuk penataan oleh KPU pusat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa: Bu Megawati, Stop Mengerdilkan Demo oleh Milenial

Mahasiswa: Bu Megawati, Stop Mengerdilkan Demo oleh Milenial

Nasional
LBH Pers: Polisi Pukul Rata, Seolah Semua Anarkis...

LBH Pers: Polisi Pukul Rata, Seolah Semua Anarkis...

Nasional
Soal Pidato Mega, Anggota DPR Muda: Sepantasnya Tokoh Bangsa Tak Cela Milenial

Soal Pidato Mega, Anggota DPR Muda: Sepantasnya Tokoh Bangsa Tak Cela Milenial

Nasional
KSPI Duga Menaker Berbohong soal Ini...

KSPI Duga Menaker Berbohong soal Ini...

Nasional
Din Syamsuddin: Ada Gejala 'Constitutional Dictatorship' di Negara Ini

Din Syamsuddin: Ada Gejala "Constitutional Dictatorship" di Negara Ini

Nasional
KPK Buka Peluang Gunakan Pasal Perintangan Penyidikan bagi yang Bantu Hiendra Soenjoto

KPK Buka Peluang Gunakan Pasal Perintangan Penyidikan bagi yang Bantu Hiendra Soenjoto

Nasional
Relawan Dianiaya Aparat, Muhammadiyah Desak Polri Proses Hukum Terduga Pelaku

Relawan Dianiaya Aparat, Muhammadiyah Desak Polri Proses Hukum Terduga Pelaku

Nasional
Respons Megawati, Anggota DPR Termuda: Tak Adil Milenial Distereotipkan Hanya Bisa Demo

Respons Megawati, Anggota DPR Termuda: Tak Adil Milenial Distereotipkan Hanya Bisa Demo

Nasional
Eks Kepala BNPT: Perpres soal Tugas TNI Atasi Terorisme Perlu Pemahaman yang Mendasar

Eks Kepala BNPT: Perpres soal Tugas TNI Atasi Terorisme Perlu Pemahaman yang Mendasar

Nasional
KPK Periksa Istri dan Teman Hiendra, Tersangka Penyuap Nurhadi

KPK Periksa Istri dan Teman Hiendra, Tersangka Penyuap Nurhadi

Nasional
Sekjen PPP Harap Kaum Milenial Bisa Tangkap Maksud Pesan Megawati

Sekjen PPP Harap Kaum Milenial Bisa Tangkap Maksud Pesan Megawati

Nasional
UPDATE: 2.897 Kasus Baru Covid-19 di 31 Provinsi, Tertinggi di DKI

UPDATE: 2.897 Kasus Baru Covid-19 di 31 Provinsi, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 30 Oktober: 24.854 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 30 Oktober: 24.854 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Katib Aam PBNU Sebut Ketegangan di Dunia Disebabkan Masalah Ideologi

Katib Aam PBNU Sebut Ketegangan di Dunia Disebabkan Masalah Ideologi

Nasional
Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI di Jambi, Gatot Nurmantyo Gagal Pidato

Polisi Bubarkan Deklarasi KAMI di Jambi, Gatot Nurmantyo Gagal Pidato

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X