Kompas.com - 03/05/2014, 15:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M.Nuh saat meresmikan pameran mobil listrik karya Institut Teknologi Sebelas Maret (ITS) di FX Senayan, Jakarta. Nadia ZahraMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, M.Nuh saat meresmikan pameran mobil listrik karya Institut Teknologi Sebelas Maret (ITS) di FX Senayan, Jakarta.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu tim pemenangan bakal calon presiden PDI Perjuangan, JKW4P, mengancam akan melakukan somasi terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

Somasi dilayangkan menyusul pernyataannya terkait mobil Esemka dan keberadaan nama Jokowi di dalam soal UN. "Maksimal tanggal 5 Mei. Kami siap menyomasi M Nuh tentang hal itu," kata anggota Media Centre JKW4P Anton DH Nugrahanto di Jakarta, Sabtu (3/5/2014).

Anton mengatakan, beberapa waktu lalu sempat ada isu jika pelaksanaan UN SMP akan mundur. Isu itu dianggap dapat menjatuhkan Jokowi, pasalnya beberapa waktu lalu nama mantan wali kota Solo itu sempat muncul dalam UN SMA.

Lebih jauh, ia juga menyayangkan sikap M Nuh yang mengungkit persoalan mobil Esemka. Sebagai Menteri Pendidikan, M Nuh dinilai tidak tepat untuk mengomentari soal mobil itu. "M Nuh harus segera memberikan klarifikasi atas setiap pernyataannya," ujarnya.

Sebelumnya, M Nuh sempat mengungkit mobil nasional Esemka yang pernah dipopulerkan mantan Wali Kota Surakarta Joko Widodo. Hal ini diungkapkan pada Pameran Mobil Listrik Nasional ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Ia membandingkan konsep pembuatan mobil Esemka dengan mobil listrik buatan ITS. Menurut dia, mobil Esemka tidak berdasarkan penelitian dan dinilai asal-asalan. "Terus terang, kami (Kemendikbud dan ITS) tidak mau gegabah membuat mobil berbasis tenaga listrik, seperti mobil Esemka yang dilakukan pembuatan dulu, baru diperkenalkan," ujar Nuh, Selasa.

"Sementara mobil yang dibuat oleh tim perguruan tinggi ITS ini, dilakukan research dulu, uji coba, lalu evaluasi. Jadi tidak gegabah, seperti kecelakaan pembuatan mobil Esemka," ungkapnya kembali kepada wartawan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Masyarakat Diminta Tak Abaikan Protokol Kesehatan

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Arsul Sani: Hanya Pak Jokowi dan Allah yang Tahu

Nasional
Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Muktamar Ke-34 NU Akan Digelar 23-25 Desember 2021 di Lampung

Nasional
Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Saksi Akui Angin Prayitno Titipkan 81 SHM Tanah agar Tidak Disita KPK

Nasional
Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Cerita Warga ke Jokowi soal Detik-detik Erupsi Semeru...

Nasional
Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Hujan dan Ledakan di Gunung Semeru, Pencarian Korban Sulit Dilakukan

Nasional
Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Diperiksa KPK dalam Kasus Bupati Musi Banyuasin, Istri Alex Noerdin Irit Bicara

Nasional
Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Penularan Covid-19 Rendah, Kemenkes: Jangan Lengah, Varian Delta Mendominasi dan Punya 23 Mutasi

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

UPDATE Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia, 22 Orang Hilang

Nasional
DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022, Revisi UU Cipta Kerja Masuk Daftar Kumulatif Terbuka

Nasional
Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Anggota Baleg Sebut Tak Ada Pengurangan Pasal dalam Revisi UU Cipta Kerja

Nasional
UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

UPDATE 7 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,03 Persen

Nasional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Bagaimana Nasib Cuti ASN?

Nasional
UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

UPDATE: Tambah 375.878 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 0,09 Persen

Nasional
UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

UPDATE 7 Desember: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Capai 55,45 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.