Kompas.com - 01/05/2014, 12:43 WIB
Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan orasi pada kampanye terbuka di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA VITALIS YOGI TRISNABakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan orasi pada kampanye terbuka di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
EditorInggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - SIAPA yang tahu garis sejarah ke depan? Kenyataannya, semua yang berhubungan dengan masa depan adalah misteri. Apalagi dalam politik, serba kemungkinan (art of possibility) sangat terbuka lebar.

Namun, kadang pemikiran ekstrem harus dimunculkan juga. Salah satu hal ekstrem itu adalah bagaimana jika akhirnya Joko Widodo (Jokowi) gagal menjadi presiden Indonesia? Bagaimana jika Jokowi yang telah menggenapkan harapan publik itu kalah dalam Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang?

Tentu yang paling kerepotan menjelaskan adalah lembaga survei. Hampir semua lembaga survei sepanjang 2013-2014 menempatkan Jokowi sebagai calon presiden ideal dan paling dipilih.

Silakan menilik survei yang metodologinya benar, bukan model ”survei-surveian” atau survei partisan yang memang diarahkan untuk tidak menyukai tokoh tertentu.

KOMPAS/TOTO S Teuku Kemal Fasya
Ilmiah statistik

Memang survei adalah survei, tetapi jangan keliru! Survei adalah bagian dari keilmiahan ilmu statistik yang memiliki metodologi ketat. Meragukan survei, menurut seorang profesor, sama dengan menolak pengetahuan penelitian untuk menyimpulkan kebenaran atas sesuatu.

Mode dan metode survei politik telah dipraktikkan di seluruh dunia. Ini menjadi semacam penanda publik pra pemilihan. Sebelum Barack Obama benar-benar terpilih sebagai presiden pun, ia sudah menjadi ”pemenang” dalam survei-survei.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika Jokowi kalah, akan jadi keganjilan tersendiri dan itu akan memenuhi pemberitaan politik di dunia, seorang calon presiden ideal publik (melalui survei) gagal dalam pemilihan riil.

Tentu saja kejutan politik mungkin muncul. Kejutan itu bukan karena persepsi publik keliru, tetapi ada industri politik modern yang memungkinkan Jokowi terpuruk. Termasuk di antaranya politik propaganda dan kampanye hitam atas pribadi Jokowi.

Bencana lain juga akan menimpa publik. Publik luas, seperti terbaca melalui pemberitaan atau di media sosial, sekian lama mengharapkan perubahan arah politik melalui antitesis pemimpin ”elitis, borjuis-priayi, karismatis, penuh citra, dan birokrasi kata-kata”.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakasal Apresiasi Ketangguhan Remaja Asal Pulau Harapan, Mampu Bertahan 3 Jam di Laut

Wakasal Apresiasi Ketangguhan Remaja Asal Pulau Harapan, Mampu Bertahan 3 Jam di Laut

Nasional
KSAL Berikan Adhi Makayasa untuk Putra Papua Anak Juru Parkir

KSAL Berikan Adhi Makayasa untuk Putra Papua Anak Juru Parkir

Nasional
Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Dibuka Mulai Juli, Ini Lokasi Pelaksanaan Menurut Kemenkes

Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Dibuka Mulai Juli, Ini Lokasi Pelaksanaan Menurut Kemenkes

Nasional
Buron Kejaksaan Ditemukan Lagi di Singapura, Segera Dipulangkan ke Jakarta

Buron Kejaksaan Ditemukan Lagi di Singapura, Segera Dipulangkan ke Jakarta

Nasional
Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Adha dan Kurban 2021

Panduan Lengkap Shalat Hari Raya Idul Adha dan Kurban 2021

Nasional
Mulai 25 Juni, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong

Mulai 25 Juni, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong

Nasional
Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Nasional
Angka Pekerja Anak di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Angka Pekerja Anak di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Nasional
Kuasa Hukum Rizieq Shihab Berharap Hakim Memvonis dengan Adil

Kuasa Hukum Rizieq Shihab Berharap Hakim Memvonis dengan Adil

Nasional
Pertimbangan Jokowi Pilih PPKM Mikro di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pertimbangan Jokowi Pilih PPKM Mikro di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Polri Pastikan SKB UU ITE Bakal Jadi Pedoman dalam Penanganan Perkara

Polri Pastikan SKB UU ITE Bakal Jadi Pedoman dalam Penanganan Perkara

Nasional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Varian Baru Tersebar di 14 Provinsi

Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Varian Baru Tersebar di 14 Provinsi

Nasional
Perjalanan Kasus Tes Usap RS Ummi yang Libatkan Rizieq Shihab hingga Vonis Menjelang

Perjalanan Kasus Tes Usap RS Ummi yang Libatkan Rizieq Shihab hingga Vonis Menjelang

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Wanti-wanti Jokowi soal Disiplin Protokol Kesehatan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Wanti-wanti Jokowi soal Disiplin Protokol Kesehatan

Nasional
Menanti Vonis Rizieq Shihab, Ini Putusan Hakim dalam Dua Perkara Sebelumnya

Menanti Vonis Rizieq Shihab, Ini Putusan Hakim dalam Dua Perkara Sebelumnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X