Kompas.com - 29/04/2014, 10:37 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk membangun koalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya. Cemoohan yang langsung menerpa rencana koalisi kedua partai itu pun disebut sebagai reaksi yang tak perlu ditanggapi. Namun, PAN masih belum mau mengungkap rencana koalisi mereka sendiri.

"Ya, kami sambut baik rencana PKS bergabung dengan Gerindra," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Hari Wibowo saat dihubungi, Senin (28/4/2014) malam. Menurut dia, eksistensi partai berbasis massa Islam pada Pemilu Legislatif 2014 terbukti belum goyah sekalipun masih berada di kisaran papan tengah, termasuk PAN dan PKS.

Capaian suara partai politik berbasis massa Islam, ujar Dradjad, wajar menjadi rebutan dari partai-partai yang meraup suara besar tetapi belum mencukupi untuk mengusung pasangan calon pada Pemilu Presiden 2014. "Bahwa pilihan PKS adalah berkoalisi dengan Gerindra, harus kita hormati."

Dalam kesempatan itu, Dradjad pun berpendapat cemoohan yang langsung menerpa rencana koalisi PKS ke Gerindra tersebut bukan reaksi yang perlu disikapi berlebihan. Dia bahkan menduga sebagian besar reaksi-reaksi keras itu datang dari sekelompok orang bayaran dengan tujuan menjatuhkan figur, partai, atau poros tertentu.

"Namanya ada macam-macam, mungkin yang sering disebut sebagai panasbung itu. Bisa jadi," kata Dradjad. Apa pun nama yang dipakai, ujar dia, para pencemooh itu adalah orang-orang yang tak mampu bertempur di dunia nyata. "Losers. Milih jadi cyber whore," sebut Dradjad.

Karenanya, imbuh Dradjad, tak akan mengejutkan bila suatu ketika terkuak bahwa para pencemooh tersebut ternyata orang-orang yang bekerja dari warung internet dengan "tugas" utama melakukan bullying tanpa isi. "Saya tidak mempertimbangkan pendapat orang-orang seperti itu," ujar dia.

Meski tak sependapat dengan cemoohan lewat dunia cyber untuk rencana koalisi antara PKS dan Gerindra, Dradjad bergeming menolak menjawab rencana koalisi PAN sendiri. "Pembahasan sudah mendekati final, tapi tunggu saja dulu," tepis dia. Sejauh ini, imbuh Dradjad, komunikasi intensif terus dijalankan PAN.

Seperti diketahui, setelah mendapatkan surat dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, PKS memutuskan untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Koalisi PKS dan Gerindra diyakini akan meningkatkan peluang kemenangan Prabowo pada Pemilu Presiden 2014.

PKS mengaku berkeinginan kuat untuk dapat berkoalisi dengan Gerindra. Rapat Majelis Syuro PKS, Minggu (27/4/2014), memutuskan dibentuk tim khusus untuk menjalin komunikasi dengan partai-partai lain.

Beberapa waktu sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais melontarkan wacana soal koalisi Indonesia Raya. Dia menepis wacana ini merupakan jilid dua dari koalisi poros tengah, sebuah koalisi yang pada Pemilu 1999 dimotori PAN dan berisikan partai-partai politik berbasis massa Islam.

Dalam kesempatan terpisah, Dradjad mengatakan, penamaan koalisi yang dilontarkan Amien itu merujuk pada lagu kebangsaan, Indonesia Raya, bukan merujuk ke Partai Gerindra sekalipun mengandung unsur nama yang mirip. "Ini waktu yang tepat bagi partai nasionalis dan Islam menyatukan langkah," kata dia sembari mengulang pernyataan Amien bahwa ini bukan jilid dua dari koalisi poros tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menpora Sebut Kemenkes Tengah Susun SOP Penanganan Kesehatan di Pertandingan Sepak Bola

Menpora Sebut Kemenkes Tengah Susun SOP Penanganan Kesehatan di Pertandingan Sepak Bola

Nasional
Ungkap Jawaban Ganjar soal Pinangan PSI, Hasto: Diserahkan Sepenuhnya kepada Megawati

Ungkap Jawaban Ganjar soal Pinangan PSI, Hasto: Diserahkan Sepenuhnya kepada Megawati

Nasional
3 Polisi Tersangka 'Obstruction of Justice' Kasus Brigadir J Belum Juga Disidang Etik, Siapa Saja?

3 Polisi Tersangka "Obstruction of Justice" Kasus Brigadir J Belum Juga Disidang Etik, Siapa Saja?

Nasional
Sidang E-KTP, Eks Ketua Tim Teknis Penerapan E-KTP Bantah Susun HPS

Sidang E-KTP, Eks Ketua Tim Teknis Penerapan E-KTP Bantah Susun HPS

Nasional
Hasto Sebut PDI-P Tengah Godog Visi Misi Capres: Sudah 80 Persen

Hasto Sebut PDI-P Tengah Godog Visi Misi Capres: Sudah 80 Persen

Nasional
KPK Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Pembelian Helikopter AW -101 ke Pengadilan Tipikor

KPK Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Pembelian Helikopter AW -101 ke Pengadilan Tipikor

Nasional
Pesan Nasdem untuk Kader yang Keluar karena Anies Dideklarasikan Jadi Capres

Pesan Nasdem untuk Kader yang Keluar karena Anies Dideklarasikan Jadi Capres

Nasional
Bertemu Pimpinan Parlemen Rusia, Puan Bahas Konflik Ukraina-Rusia Hingga Proyek Transportasi di IKN

Bertemu Pimpinan Parlemen Rusia, Puan Bahas Konflik Ukraina-Rusia Hingga Proyek Transportasi di IKN

Nasional
Pentolan Bonek Ancam Lakukan Gerakan Revolusioner jika Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Tak Adil

Pentolan Bonek Ancam Lakukan Gerakan Revolusioner jika Hasil Investigasi Tragedi Kanjuruhan Tak Adil

Nasional
YLBHI Minta Kapolri Hentikan Aparatnya yang Intimidasi Aremania dan Saksi Kanjuruhan

YLBHI Minta Kapolri Hentikan Aparatnya yang Intimidasi Aremania dan Saksi Kanjuruhan

Nasional
Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Mahasiswa di Maluku Utara Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Dipaksa Minta Maaf ke Anjing

Nasional
Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Atasi Krisis, Jokowi: Kita Harus Bekerja Sama, Kita Harus Turunkan Ego

Nasional
Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Jokowi Minta Menteri PUPR Perbaiki Semua Stadion agar Standar Internasional

Nasional
Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Pergantian Panglima TNI, Pengamat Nilai Jokowi Tak Lihat Faktor Usia dan Masa Aktif

Nasional
Wapres: Krisis Jadi 'Awan Gelap' yang Selimuti Semua Negara

Wapres: Krisis Jadi "Awan Gelap" yang Selimuti Semua Negara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.