IKAPPI: Ratusan Pedagang Shock, Pemprov DKI Harus Beri Pendampingan

Kompas.com - 27/04/2014, 09:08 WIB
Kebakaran melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014) KOMPAS.COM/ADYSTA PRAVITRARESTUKebakaran melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2014)
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan kepada para pedagang korban kebakaran Blok III Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat. 

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, ratusan pedagang Blok III Pasar Senen Jaya terpukul atas insiden kebakaran Jumat lalu tersebut. "Lebih dari 200 pedagang kelihatan shock. Ada juga yang pingsan dan menangis histeris," kata Abdullah di Jakarta, Sabtu (26/4/2014).

Abdullah melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memberikan langkah konkret untuk memulihkan psikis para pedagang. Pemprov diminta bertanggung jawab dalam melindungi pedagang dengan memberi pendampingan ke pedagang yang kiosnya hangus.

Belajar dari kejadian kebakaran 2010 silam, sebut dia,  banyak pedagang mengalami stres bahkan sampai sakit jiwa. Hal itu dikarenakan tidak adanya pendampingan dari pemerintah untuk kelangsungan hidup mereka setelah kebakaran.

"Pemprov berikan motivasi dan semangat buat mereka. Kita dari paguyuban juga sudah berkumpul membicarakan pendampingan untuk pedagang yang mengalami shock. Tinggal tunggu tugas pemprov saja untuk memotivasi mereka," kata Abdullah.

Menurutnya, sebagai salah satu dukungan, pemprov harus membantu modal para pedagang dan memberikan tempat berdagang yang layak, supaya bisa kembali melakukan aktivitas mereka. 

"Pemprov dan PD Pasar Jaya cepat memberikan bantuan kepada pedagang. Kasihan pedagang sekarang tidak ada modal, semua hangus," ucap Abdullah.

Sosialisasi tak merata

Sementara itu, terkait revitalisasi pasar, Abdullah mengatakan PD Pasar Jaya selaku pengelola ternyata belum merata dalam mensosialisasikan ke para pedagang di Blok III Pasar Senen Jaya tersebut.   Hal ini mengingat masih bertahannya para pedagang di setiap kios.

"PD Pasar Jaya gagal melakukan pengelolaan di pasar-pasar di DKI Jakarta," ujarnya.

Abdullah, menambahkan sejumlah pedagang menyetujui revitalisasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun, sebagian lain belum mengetahui. Isu penolakan revitalisasi ini pun terjadi, akibat sosialisasi yang tidak menyeluruh ke seluruh pedagang.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengurangan Hukuman Koruptor Runtuhkan Keadilan bagi Masyarakat

Pengurangan Hukuman Koruptor Runtuhkan Keadilan bagi Masyarakat

Nasional
Ke Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Sarana Pariwisata

Ke Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Sarana Pariwisata

Nasional
KPU: 7 Bakal Pasangan Calon Kepala Daerah Pilkada 2020 Tak Memenuhi Syarat

KPU: 7 Bakal Pasangan Calon Kepala Daerah Pilkada 2020 Tak Memenuhi Syarat

Nasional
Partai Baru Amien Rais Bernama Partai Ummat

Partai Baru Amien Rais Bernama Partai Ummat

Nasional
Sri Mulyani Yakin Indonesia Lewati Zona Kontraksi Ekonomi dan Atasi Covid-19

Sri Mulyani Yakin Indonesia Lewati Zona Kontraksi Ekonomi dan Atasi Covid-19

Nasional
Wapres Sebut Ekspor Minyak Sawit Indonesia Turun 11 Persen akibat Pandemi Covid-19

Wapres Sebut Ekspor Minyak Sawit Indonesia Turun 11 Persen akibat Pandemi Covid-19

Nasional
Peringati Hari Lansia Internasional, Sudahkah Lindungi Orangtua dari Covid-19

Peringati Hari Lansia Internasional, Sudahkah Lindungi Orangtua dari Covid-19

Nasional
Ketua Satgas Minta BPOM Pastikan Status Halal Vaksin Covid-19

Ketua Satgas Minta BPOM Pastikan Status Halal Vaksin Covid-19

Nasional
IDI: Kegiatan di Puskesmas dan Posyandu Menurun, Masyarakat Khawatir Tertular Covid-19

IDI: Kegiatan di Puskesmas dan Posyandu Menurun, Masyarakat Khawatir Tertular Covid-19

Nasional
Mahfud Perintahkan Polri Usut Kasus Pembunuhan Warga Sipil di Papua

Mahfud Perintahkan Polri Usut Kasus Pembunuhan Warga Sipil di Papua

Nasional
Satgas Ingatkan Risiko Penularan Covid-19, di Kantor, Keluarga, hingga Tempat Wisata

Satgas Ingatkan Risiko Penularan Covid-19, di Kantor, Keluarga, hingga Tempat Wisata

Nasional
Mahfud Sebut Ada Kelompok yang Provokasi agar Papua Pisah dari Indonesia

Mahfud Sebut Ada Kelompok yang Provokasi agar Papua Pisah dari Indonesia

Nasional
Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Politik

Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Politik

Nasional
Pimpinan Komisi II Minta Polisi Tak Ragu Tertibkan Pelanggar Protokol Covid-19 dalam Pilkada

Pimpinan Komisi II Minta Polisi Tak Ragu Tertibkan Pelanggar Protokol Covid-19 dalam Pilkada

Nasional
Wapres Harap Program Santripreneur Berbasis Kelapa Sawit Gerakkan Potensi Ekonomi Pesantren

Wapres Harap Program Santripreneur Berbasis Kelapa Sawit Gerakkan Potensi Ekonomi Pesantren

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X