Kompas.com - 26/04/2014, 17:31 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi penghitungan cepat sementara Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi penghitungan cepat sementara Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.
Penulis Icha Rastika
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerindra yang perolehan suaranya diprediksi berada di posisi ketiga terbesar belum resmi menggandeng partai manapun untuk berkoalisi dalam pemilihan Presiden 2014 Juli mendatang. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon tak khawatir dengan langkah partai besar lain, seperti PDI-Perjuangan yang mulai merangkul rekan koalisi.

"Enggak ada (galau). Memang sekarang sudah ada (yang koalisi)? Satu pun kan belum ada. Koalisi itu nanti baru ditentukan ketika ketua umum dan sekjen mengusung di KPU, itu baru namanya koalisi resmi. Kalau ini namanya wacana koalisi," kata Fadli menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Sabtu (26/4/2014).

Menurut Fadli, mulai pekan depan, Gerindra akan lebih intensif menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik. Selama ini, menurutnya, Gerindra belum terlihat merapat dengan partai manapun karena sebagian besar partai yang diajak berkoalisi masih menunggu perolehan kursi berdasarkan hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Partai Gerindra, lanjutnya, terus berkomunikasi dengan Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, dan beberapa partai lainnya. Komunikasi intensif akan kembali dilakukan setelah PPP mencapai islah atas konflik internal yang mendera partai tersebut.

"Secara umum sudah disampaikan setelah islah itu tetap membuka komunikasi politik dan kami juga segera menyambung silaturahmi lagi setelah ada islah di PPP. Kita hargai keputusan itu dan menurut saya out lah yang terbaik," ucap Fadli.

Menurutnya, masih tersisa waktu yang panjang bagi partai-partai untuk melakukan penjajakan dan komunikasi politik dalam membangun koalisi pilpres. Gerindra, katanya, merasa optimistis tidak ada masalah antara partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden itu dengan partai-partai lain dalam hal komunikasi politik.

"Karena pada akhirnya saya kira mereka juga akan realistis bahwa yang akan dapat bertarung itu adalah mereka yang punya elektabilitas yang memadai," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara terpisah, pengamat politik dari Carta Politika Yunarto Wijaya menilai, Gerindra belum cukup modal untuk memimpin poros koalisi. Menurutnya, Gerindra baru memiliki calon presiden yang elektabilitasnya tinggi. Dia pun memperkirakan Gerindra bisa saja kehilangan kesempatan untuk memenuhi ambang batas pengajuan calon presiden. Apalagi, jika poros koalisi partai tengah terbentuk.

"Dia (Gerindra) belum menjadi partai besar yang cukup aman secara matematika politik untuk menjadi pemimpin poros koalisi, dan itu sangat bisa dimainkan dalam game politik, bahkan sampai level paling ekstrim, mereka menjadi tidak lolos," ucap Yunarto.

Selain Gerindra, dua partai yang perolehan suaranya diprediksi berada di posisi tiga besar mulai terlihat mesra dengan partai lain. Misalnya saja PDIP yang sepakat berkoalisi dengan Partai Nasdem. Contoh lainnya, Partai Golkar yang mulai dekat dengan PKS dan Partai Hati Nurani Bangsa.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad menyebut PKS dan Hanura setuju berkoalisi dengan Golkar. Namun, pernyataan Fadel tersebut dibantah Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Dewan Perwakilan Rakyat Refrizal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

134.500 Dosis Vaksin Novavax Tiba dari China, Pemerintah Kejar Target Vaksinasi Covid-19

134.500 Dosis Vaksin Novavax Tiba dari China, Pemerintah Kejar Target Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kemenkes: Efikasi Novavax 96,4 Persen terhadap Covid-19 Varian Non-alfa

Kemenkes: Efikasi Novavax 96,4 Persen terhadap Covid-19 Varian Non-alfa

Nasional
Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Nasional
UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Nasional
Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Nasional
Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Nasional
Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Nasional
Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Nasional
Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Nasional
Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.