Kompas.com - 25/04/2014, 19:45 WIB
Suasana Debat Konvensi Capres Partai Demokrat di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/2/2014). KOMPAS.com/Rahmat FiansyahSuasana Debat Konvensi Capres Partai Demokrat di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/2/2014).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


BOGOR, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan seluruh peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat (25/4/2014) sore. Para peserta konvensi mengaku tak ada hal baru yang disampaikan SBY. Mereka hanya diminta untuk menyiapkan debat terakhir konvensi.

"Tidak ada suatu yang luar biasa, kami semuanya hadir. Panitia konvensi dan unsur-unsur terkait juga hadir. Ada perwakilan juga dari Demokrat di mana yang dibicarakan Ketum dengan kami supaya menyiapkan diri melakukan konvensi di hari Minggu," ujar peserta konvensi capres Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, saat ditemui di kediamannya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menyatakan, seluruh peserta konvensi berkomitmen terus mengikuti proses hingga selesai. Peserta lain, yakni anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa juga mengakui bahwa SBY meminta agar seluruh peserta konvensi untuk memberikan gagasan terbaiknya dalam debat terakhir. Di tengah kisruh koalisi, kata Ali, Demokrat masih ingin mempertahankan pelaksanaan konvensi.

"Di tengah pertanyaan masyarakat luas tentang kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas dari calon-calon presiden, konvensi jalan dengan kandidat yang sampaikan gagasan," imbuh Ali Masykur.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengungkapkan, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, SBY berharap agar model konvensi menjadi pola rekrutmen yang diterapkan secara nasional. Saat ditanya soal kemungkinan koalisi, Irman mengaku hal tersebut tidak disinggung dan menjadi kewenangan partai.

Dalam pertemuan kali ini, hanya Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang tidak hadir karena ada pertemuan sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain peserta konvensi, juga ada sejumlah elite Partai Demokrat, seperti Sjariefuddin Hasan, Suaidi Marasabessy, dan Jero Wacik.

Partai Demokrat memutuskan untuk melanjutkan konvensi meski perolehan suara partai diprediksi tidak sesuai target. Pada Minggu (27/4/2014), konvensi akan memasuki debat terakhirnya. Pengumuman pemenang konvensi akan dilakukan pada awal Mei.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Terkait Sektor Esensial Tak Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Rinciannya

Perjalanan Terkait Sektor Esensial Tak Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Rinciannya

Nasional
Mudik Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Aktivitas Perjalanan yang Dibolehkan

Mudik Dilarang di Wilayah Aglomerasi, Ini Aktivitas Perjalanan yang Dibolehkan

Nasional
 Eks Anggota BPK Rizal Djalil Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Eks Anggota BPK Rizal Djalil Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Nasional
Pelarangan Mudik Berlaku di Wilayah Aglomerasi, Transportasi Publik Beroperasi secara Terbatas

Pelarangan Mudik Berlaku di Wilayah Aglomerasi, Transportasi Publik Beroperasi secara Terbatas

Nasional
Penumpang Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat, Anggota DPR: Kemen BUMN Harus Tegur AP I

Penumpang Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat, Anggota DPR: Kemen BUMN Harus Tegur AP I

Nasional
Klaim Diisi Anak Muda, Partai Prima Umumkan Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Klaim Diisi Anak Muda, Partai Prima Umumkan Akan Deklarasi 1 Juni 2021

Nasional
KKP Ungkap Cara Agar Ekspor Perikanan Indonesia Diterima Negara Tujuan

KKP Ungkap Cara Agar Ekspor Perikanan Indonesia Diterima Negara Tujuan

Nasional
Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 2 Tersangka dan Seorang Saksi

Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 2 Tersangka dan Seorang Saksi

Nasional
Pengamat LIPI: Dibutuhkan Pendekatan Non-militeristik Selesaikan Konflik di Papua

Pengamat LIPI: Dibutuhkan Pendekatan Non-militeristik Selesaikan Konflik di Papua

Nasional
Soal TWK terhadap Pegawai KPK Dinilai Tak Sesuai Nilai Kebangsaan

Soal TWK terhadap Pegawai KPK Dinilai Tak Sesuai Nilai Kebangsaan

Nasional
Bamsoet Nyatakan HAM Belakangan Saja, LIPI: Menutup Ruang Diskusi di Papua

Bamsoet Nyatakan HAM Belakangan Saja, LIPI: Menutup Ruang Diskusi di Papua

Nasional
ICW: Sejak 2019, KPK Merosot Secara Terstruktur

ICW: Sejak 2019, KPK Merosot Secara Terstruktur

Nasional
ICW: Jangan-jangan Kalau Komisoner KPK Ikut TWK, Enggak Lulus

ICW: Jangan-jangan Kalau Komisoner KPK Ikut TWK, Enggak Lulus

Nasional
ICW Minta Presiden Jokowi Tanggung Jawab soal TWK KPK yang Jadi Polemik

ICW Minta Presiden Jokowi Tanggung Jawab soal TWK KPK yang Jadi Polemik

Nasional
Anggap Ada Upaya Pelemahan KPK, Direktur YLBHI Sebut Presiden Bertanggung Jawab

Anggap Ada Upaya Pelemahan KPK, Direktur YLBHI Sebut Presiden Bertanggung Jawab

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X