Perolehan Suara Golkar Stagnan, Bambang Soesatyo Salahkan Politik Uang

Kompas.com - 22/04/2014, 14:21 WIB
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo Kompas.com/SABRINA ASRILAnggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo
Penulis Ihsanuddin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyalahkan maraknya politik uang sehingga menyebabkan raihan suara Golkar pada pemilu legislatif tidak mengalami kenaikan. Dia menampik anggapan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah gagal mengangkat suara Golkar.

"Di sistem demokrasi seperti sekarang ini, faktor utamanya bukan karena kepemimpinan yang kuat, tapi karena uang. Ini sistem demokrasi semu, yang suka tidak suka harus kita hadapi," kata Bambang dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Selasa (22/4/2014) siang.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei, Golkar diperkirakan mendapat suara sekitar 14 persen dalam pemilu legislatif. Hasil ini sama dengan raihan Golkar pada Pemilu 2009.

Bambang mengklaim caleg Golkar yang didominasi oleh petahana di DPR sangat percaya diri akan terpilih kembali sehingga tidak menggunakan politik uang sebagai senjatanya. Anggota Komisi III DPR RI itu menuding caleg-caleg baru dari partai lain menggunakan cara money politics dan mengaburkan kekuatan visi-misi partai.

Menurut Bambang, masyarakat perkotaan akan kebal terhadap politik uang dan memberikan pilihan berdasarkan hati nurarni. "Tapi masyarakat pedesaan yang jumlahnya jauh lebih besar, mereka akan goyah," kata Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

Nasional
UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

Nasional
Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Nasional
Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Nasional
Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Nasional
Mencuat Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster, KKP Dinilai Lupakan Program Prioritas Lain

Mencuat Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster, KKP Dinilai Lupakan Program Prioritas Lain

Nasional
14 Mantan Anggota DPRD Sumut Segera Disidang

14 Mantan Anggota DPRD Sumut Segera Disidang

Nasional
Jokowi: Mulai Tahun 2021 Akan Dibangun 7 Lokasi Pembibitan

Jokowi: Mulai Tahun 2021 Akan Dibangun 7 Lokasi Pembibitan

Nasional
Wapres Minta MUI dan Tokoh Agama Bangun Kesadaran Pentingnya Vaksin Covid-19

Wapres Minta MUI dan Tokoh Agama Bangun Kesadaran Pentingnya Vaksin Covid-19

Nasional
Orang Miskin Dilarang Sakit Tak Lagi Relevan Berkat JKN-KIS

Orang Miskin Dilarang Sakit Tak Lagi Relevan Berkat JKN-KIS

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X