Kompas.com - 20/04/2014, 00:11 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com - Belasan orang yang mengatasnamakan sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambangi Kantor DPP PPP di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2014) malam. Mereka meminta rapat pimpinan nasional yang sedang digelar dibubarkan.

"Kami kader PPP tidak setuju dengan rapat ini. Ini tidak sah karena ketum tidak ada," teriak Yosef, salah satu pria yang berdiri di barisan paling depan.

Rombongan berjumlah sekitar belasan orang. Setibanya di lokasi, mereka langsung naik ke lantai tiga tempat rapat dilaksanakan. Aparat kepolisian dan pengamanan dalam PPP gagal mencegah mereka untuk naik ke atas. Namun, mereka tidak sempat memasuki ruang rapat.

Setibanya di lantai tiga, polisi dan pamdal menahan langkah mereka. Akhirnya mereka hanya berteriak di depan ruang rapat.

"Kenapa Ketum tidak hadir? Apakah ini pemakzulan maksudnya? Kami menuntut kejelasan. Kami ingin ini dibubarkan," kata Yosef, yang kemudian disambut oleh anggota rombongan lainnya.

Sekitar lima menit mereka melakukan aksi saling dorong dengan petugas kepolisan dan pamdal, akhirnya mereka memutuskan untuk turun kebawah. "Baik teman-teman, kita turun ke bawah. Tidak ada kerusuhan, kita datang dengan damai, kita serahkan masalah ini ke kepolisian," ujar Yosef.

Keputusan untuk menyelenggarakan Rapimnas itu diambil dalam rapat harian yang digelar jajaran pengurus PPP pada Jumat (18/4/2014) malam hingga Sabtu dini hari, tanpa kehadiran Suryadharma.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Romahurmuziy mengatakanr, Rapimnas dipercepat karena dinamika kondisi politik di internal partainya. Dia berharap Suryadharma hadir dalam rapimnas tersebut. Kisruh di PPP berawal saat Suryadharma secara sepihak menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dalam masa kampanye Pemilu Legislatif 2014 beberapa waktu lalu.

Tindakan Suryadharma Ali yang datang dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dianggap menyalahi hasil mukernas PPP. Mukernas memutuskan akan menjalin komunikasi politik dengan delapan bakal capres yang ada. Dalam daftar delapan nama itu, tak ada nama Prabowo.

Sempat muncul wacana penggulingan Suryadharma oleh sejumlah elit DPP dan DPW PPP. Namun Suryadharma tetap bertahan dengan keputusannya dan pada Jumat (18/4/2014) petang mendeklarasikan koalisi dengan Partai Gerindra di DPP PPP dengan dihadiri langsung oleh Prabowo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.