Amien Rais: Blunder Luar Biasa, Jokowi Temui Dubes AS

Kompas.com - 17/04/2014, 19:24 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais dalam acara Kenduri PAN menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif di kantor DPP PAN, Jumat (14/3/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyesalkan sikap bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, yang bersama Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, menemui sejumlah duta besar negara asing di Indonesia beberapa waktu lalu. Menurut Amien, sikap Jokowi itu adalah langkah diplomasi politik yang salah kaprah.

"Secara diplomatis itu blunder luar biasa," kata Amien di sela-sela pertemuan sejumlah tokoh, di Cikini, Jakarta, Kamis (17/4/2014) petang.

Amien mengatakan, posisi duta besar itu jauh di bawah presiden atau bakal calon presiden. Lebih tepat, kata dia, jika pihak duta besar yang mendatangi Jokowi, atau bakal capres lain, seperti Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie, bukan sebaliknya.

"Kalau seorang capres, atau mantan presiden sowan ke Dubes Amerika di rumah seorang pengusaha itu secara diplomatik sulit dipahami. Itu blunder, mudah-mudahan enggak terjadi lagi," kata Amien.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (14/4/2014) malam, Jokowi ditemani Megawati hadir dalam acara makan malam bersama Duta Besar Amerika Serikat, Norwegia, dan beberapa negara Eropa Barat lainnya.

Jokowi mengakui, pertemuan itu dimanfaatkannya untuk belajar tata pergaulan internasional sekaligus menjajaki dukungan negara sahabat terkait pencalonannya sebagai presiden. Ia menampik jika pertemuan itu disebut membahas bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Mucikari Tawar Rp 25 Juta, Artis VA Minta Rp 35 Juta

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

[POPULER INTERNASIONAL] Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakan | Rusia Kirim Tentara ke Venezuela

Internasional
Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Ma'ruf Amin: Jangan Mau Dipengaruhi supaya Tak Datang ke TPS

Nasional
[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

[BERITA POPULER] Survei Vox Populi: Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen | Kisah Raja Faisal Dibunuh Keponakan

Nasional
Target Suara Capres, 'PR' untuk Timses

Target Suara Capres, "PR" untuk Timses

Nasional
Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Hari Ketiga Kampanye, Prabowo Bertolak ke Bali dan NTB, Sandiaga di Lamongan

Nasional
Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Ketika Sandiaga Curhat soal Pengalaman Jadi Pengangguran Sebelum Berwirausaha

Regional
Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Surya Paloh: Indonesia Butuh Jokowi

Regional
Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Pesawat British Airways Salah Mendarat 800 Kilometer dari Kota Tujuan

Internasional
Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Kuasa Hukum Pastikan Penahanan Jokdri Bukan karena Terlibat Pengaturan Skor

Megapolitan
Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang  Ditawarkan LIPI

Toilet Pengompos hingga Bioplastik, Solusi Pemulihan Citarum yang Ditawarkan LIPI

Regional
Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Biografi Tokoh Dunia: Jules Verne, Pelopor Novel Fiksi Ilmiah

Internasional
Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Kuasa Hukum: Tak Sepatutnya Jokdri Ditahan, Ini Alasan Subjektif Penyidik

Megapolitan
Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan Sibolga Ditangkap

Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan Sibolga Ditangkap

Nasional
Berkenalan dengan Barbie di Facebook, Pria di Depok Babak Belur dan Diperas

Berkenalan dengan Barbie di Facebook, Pria di Depok Babak Belur dan Diperas

Megapolitan

Close Ads X