Demokrat: "Jokowi Effect" Justru Menguntungkan Partai Lain

Kompas.com - 11/04/2014, 19:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).    KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli menilai, deklarasi Joko Widodo sebagai bakal calon presiden PDI Perjuangan membawa pengaruh dalam konstelasi politik pemilihan legislatif 2014. Menurut dia, "Jokowi Effect" tak hanya bagi PDI Perjuangan, tetapi juga membawa dampak positif bagi partai lain.

"Kata orang tidak ada pengaruhnya Jokowi effect, sebenarnya menurut saya ada. Justru karena Jokowi dicapreskan oleh PDI-P ini, partai lain jadi bekerja keras dan bergairh untuk mendongkrak suara partainya. Efek Jokowi ada, tapi dampak positifnya bukan buat PDI-P tapi buat partai lain," kata Melani, dalam diskusi 'Membaca Arah Koalisi Partai Politik' di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Jumat (11/10/2014) siang.

Melani mengatakan, jika melihat hasil quick count sejumlah lembaga, tergambar bahwa sejumlah partai berhasil mendongkrak atau mempertahankan perolehan suara seperti pada Pemilu 2009. Meski suara Demokrat diperkirakan merosot tajam, ia bersyukur masih memenuhi ambang batas parlemen. Berdasarkan hasil hitung cepat, perolehan suara Demokrat berada di kisaran 9-10 persen. Pada Pemilu 2009, Demokrat menjadi pemenang dengan 20,81 persen. 

"Selama ini lembaga survei memprediksi kami mendapat dibawah 7 persen. Bahkan lembaga survei itu ada yang memprediksi Demokrat terancam tidak lolos parliamentary threshold (3,5 persen). Alhamdulillah buktinya sekarang bisa dapat 9 persen," ujarnya.


Hasil yang diperoleh Demokrat, kata Melani, dipengaruhi sejumlah isu korupsi yang menghantam partainya dalam tiga tahun terakhir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X